Demi Keamanan, Pangeran Harry dan Meghan Markle Pindahkan Sekolah Anak di Inggris

6 days ago 4
Demi Keamanan, Pangeran Harry dan Meghan Markle Pindahkan Sekolah Anak di Inggris Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle memindahkan sekolah Archie dan Lilibet diambil setelah konsultasi dengan tim keamanan pasca kepindahan mereka ke Inggris.(Instagram)

PANGERAN Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk memindahkan sekolah kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, hanya beberapa hari setelah tahun ajaran baru dimulai. Keputusan ini diambil atas pertimbangan dan konsultasi intensif bersama tim keamanan keluarga.

"Keputusan untuk memindahkan sekolah anak-anak diambil setelah diskusi dengan tim keamanan keluarga mengenai kepraktisan pengaturan mereka saat ini," ujar juru bicara Duke and Duchess of Sussex dalam sebuah pernyataan resmi.

Pihak pasangan tersebut menekankan langkah ini tidak berkaitan dengan kualitas pengajaran maupun fasilitas di sekolah sebelumnya.

"Orang tua tetap sangat berterima kasih kepada seluruh guru dan staf atas kasih sayang, kepedulian, dan usaha yang telah ditunjukkan kepada keluarga mereka. Keputusan ini tidak boleh ditafsirkan sebagai cerminan dari sekolah atau perawatan luar biasa yang diterima anak-anak di sana," tambah juru bicara tersebut.

Keputusan mendadak ini mengemuka setelah media Inggris melaporkan bahwa Meghan Markle telah diberikan peninjauan keamanan yang didukung pemerintah untuk pertama kalinya sejak mundur dari tugas-tugas kerajaan.

Setelah menetap selama enam tahun di Montecito, California, Pangeran Harry dan Meghan memutuskan kembali ke Inggris pada akhir Agustus. Anak-anak mereka, Archie yang kini berusia 7 tahun dan Lilibet yang berusia 5 tahun, sebelumnya telah didaftarkan di sekolah-sekolah di Inggris untuk tahun ajaran 2026-2027 sebelum kedatangan mereka.

Menyusul kepindahan tersebut, Pangeran Harry dan Meghan akan segera menerima penilaian risiko resmi dari otoritas setempat. Otoritas terkait telah meminta pasangan ini memberikan rincian mendalam mengenai rutinitas harian mereka. Data tersebut mencakup jadwal antar-jemput sekolah, alamat yang sering dikunjungi, hingga rute perjalanan yang dilalui. Informasi tersebut akan digunakan oleh salah satu divisi di Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office) untuk mengevaluasi perubahan tingkat ancaman yang mungkin mereka hadapi.

Persoalan jaminan keamanan di Inggris telah menjadi perjuangan panjang bagi Pangeran Harry. Masalah ini bermula pada Februari 2020 ketika Kementerian Dalam Negeri Inggris memutuskan Harry tidak lagi mendapatkan tingkat perlindungan polisi yang sama setelah mengundurkan diri sebagai anggota senior kerajaan. Pangeran Harry sempat menggugat keputusan tersebut ke pengadilan, namun gugatannya ditolak pada Februari 2024.

Upaya hukum lainnya juga mengalami kegagalan pada Mei 2023, ketika pengadilan menolak permohonan Harry untuk membiayai sendiri perlindungan polisinya selama berada di Inggris. Saat itu, Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa individu berpenghasilan tinggi tidak diperkenankan membeli pengawalan dari aparat kepolisian spesialis.

Meski demikian, Duke of Sussex terus mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan kepolisian. Ia menegaskan bahwa diri dan keluarganya tetap menghadapi potensi risiko keselamatan yang tinggi di tanah airnya.

Pangeran Harry berulang kali menyuarakan kekhawatirannya terkait keselamatan keluarga. Ia kerap membandingkan tekanan yang dialami sang istri dengan situasi yang pernah dihadapi ibunya, mendiang Putri Diana, yang wafat pada 1997 akibat kecelakaan mobil tragis di Paris saat menghindari kejaran paparazzi. Kekhawatiran akan faktor keamanan ini pula yang membuat Meghan beserta kedua anaknya sempat tidak mendampingi Harry saat berkunjung ke London untuk urusan persidangan dan agenda publik beberapa waktu lalu. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |