Dibintangi Ryu Jun-yeol, Serial Mousetrap Angkat Mitos Cerita Rakyat Korea

1 month ago 13
Dibintangi Ryu Jun-yeol, Serial Mousetrap Angkat Mitos Cerita Rakyat Korea Serial Netflix Mousetrap yang dibintangi Ryu Jun-yeol dan Sul Kyung-gu mengadaptasi cerita rakyat tikus pemakan kuku.(Dok. YouTube)

SERIAL thriller terbaru Netflix bertajuk "Mousetrap" siap melakukan debut globalnya pada 28 Agustus mendatang. Mengusung tema pencurian identitas, drama ini menarik perhatian karena mengadaptasi premis cerita rakyat klasik Korea tentang tikus yang berubah menjadi manusia setelah memakan potongan kuku manusia.

Disutradarai oleh Kim Hong-sun, yang sebelumnya sukses dengan "The Guest" dan "Voice", "Mousetrap" mengikuti kisah Moon-jae (Ryu Jun-yeol), seorang novelis yang kehilangan nama dan hidupnya karena entitas misterius yang dijuluki "Tikus".

Dalam upaya merebut kembali identitasnya, Moon-jae bekerja sama dengan seorang rentenir bernama No-ja (Sul Kyung-gu) dan detektif Sun-yong (Lee Kyu-hyung).

"Pekerjaan ini dimotivasi oleh cerita rakyat tentang tikus pemakan kuku. Ini adalah film thriller tentang seorang pria yang hidupnya telah dicuri mencoba untuk merebut kembali identitasnya," ujar sutradara Kim dilansir dari The Korea Times, Sabtu (22/8).

Kim menjelaskan bahwa naskah yang diadaptasi dari webtoon ini menawarkan rasa horor yang mengerikan namun dikemas secara dinamis dalam format pengejaran. Ia menekankan bahwa fokus utama penyutradaraan adalah pada ketegangan psikologis dan permainan "kucing-dan-tikus" untuk mengungkap sosok penipu tersebut.

Bagi Aktor Korea Selatan, Ryu Jun-yeol, proyek ini menandai peran ganda pertama dalam kariernya. Ia harus memerankan dua karakter berbeda dengan penyesuaian halus pada kepribadian, tatapan, hingga nada suara.

"Karena saya menggambarkan kedua individu, penekanan utama ditempatkan pada nada suara sehingga pemirsa dapat segera membedakan mereka," ungkap Ryu.

Sementara itu, aktor veteran Sul Kyung-gu memerankan No-ja, yang ia deskripsikan sebagai sosok mafia klasik dari generasi lama. Sul mengaku tertarik bergabung karena narasi yang serba cepat dan karakter-karakter yang terasa "tidak lengkap" namun memiliki imersi luar biasa saat berburu kebenaran.

Sutradara Kim Hong-sun menutup dengan menyebutkan bahwa tema utama serial ini terangkum dalam dialog "hidup itu seperti sebuah pulau". Setiap karakter digambarkan melayang dalam narasi yang terisolasi, yang diharapkan akan memberikan pengalaman menonton yang lebih mendalam bagi audiens global. (The Korea Times/Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |