Diguyur Hujan, Sebagian Titik Karhutla di Riau Mulai Padam

1 week ago 4
Diguyur Hujan, Sebagian Titik Karhutla di Riau Mulai Padam Ilustrasi(Dok BPBD Riau)

Hujan dengan intensitas cukup merata yang mengguyur wilayah Provinsi Riau pada Jumat (11/9) dini hari membawa dampak positif bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Guyuran hujan tersebut secara signifikan membantu proses pemadaman api yang melanda sejumlah titik di wilayah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Riau, M Edy Afrizal, mengonfirmasi bahwa beberapa titik kebakaran besar, khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Siak, saat ini dilaporkan telah padam.

“Hujan cukup merata terjadi di Riau. Beberapa lokasi Karhutla yang sebelumnya cukup besar seperti di Inhu dan Siak dilaporkan apinya sudah padam karena diguyur hujan cukup deras,” kata Edy pada Sabtu (12/9).

Antisipasi Bara di Lahan Gambut

Meski api di permukaan sudah tidak terlihat, BPBDPK Riau tidak lantas menarik seluruh personel. Edy menegaskan bahwa tim di lapangan tetap disiagakan untuk melakukan pengawasan ketat, mengingat karakteristik lahan yang terbakar merupakan tanah gambut.

Kekhawatiran utama petugas adalah adanya bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah (ground fire). Bara ini sewaktu-waktu dapat memicu kebakaran baru jika terkena hembusan angin atau kondisi cuaca kembali panas.

“Tim tetap standby di lokasi bekas terbakar dan melakukan pendinginan (cooling down). Ini sebagai upaya antisipasi ketika api kembali muncul sehingga bisa segera dipadamkan,” jelasnya.

Muncul Titik Api Baru di Bengkalis

Di tengah kabar padamnya api di Inhu dan Siak, tantangan baru muncul di wilayah lain. Pihak BPBDPK menerima laporan adanya titik api baru di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Lokasi kebakaran ini diketahui berada tidak jauh dari area yang sebelumnya sudah berhasil dipadamkan.

“Ada muncul titik api baru di Bengkalis. Lokasinya berada di dekat yang sebelumnya terbakar. Saat ini masih dilakukan pemadaman oleh tim gabungan,” tambah Edy.

Untuk menangani kebakaran di Bengkalis, otoritas terkait telah mengerahkan kekuatan penuh. Selain tim darat, dua unit helikopter water bombing telah diterbangkan ke lokasi untuk melakukan pengeboman air dari udara.

Selain itu, pemerintah juga memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan. Langkah ini diambil karena hasil pantauan menunjukkan adanya potensi awan hujan di wilayah Bengkalis yang bisa dioptimalkan untuk membantu proses pemadaman secara alami.

“Dua helikopter sudah diturunkan untuk membantu pemadaman api di Bengkalis. Termasuk OMC juga kami laksanakan karena terdapat potensi awan hujan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |