Pendistribusian bantuan air bersih bagi warga Desa Karang Jinawi(MI/ERVAN MASBANJAR)
WARGA di delapan Rukun Tetangga (RT) yang berdomisili di Ibu Kota Nusantara (IKN) tepatnya pada Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), mengalami krisis air bersih akibat kekeringan dampak dari kemarau panjang tahun ini.
Kepala Desa Karang Jinawi, Nur Yamansyah, kepada Media Indonesia, Kamis (20/8) mengungkapkan, di Desa tersebut terdapat dua dusun dengan 8 RT, dimana semua warga yang berdomisili di seluruh RT itu terdampak langsung kekeringan, dan kini alami krisis air bersih, kondisi ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.
Selama ini, sekitar 80 persen warga desa kami, bergantung pada pasokan air bersih berasal dari sungai, sementara sisanya memanfaatkan sumur resapan. Namun, lanjutnya, akibat kemarau, air sungai telah mengering total dan sumur-sumur resapan milik warga juga tidak lagi mengeluarkan air.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, lanjutnya, warga yang memiliki sepeda motor atau mobil terpaksa mengambil air secara mandiri ke lokasi embung. Tetapi bagi warga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang tidak memiliki kendaraan bermotor, mereka mendapatkan air bersih dengan cara membeli.
“Warga membeli satu tandon air bersih, seharga Rp100 ribu guna memenuhi kebutuhan harian mereka,” tuturnya.
Dikatakannya, kini beban warga menjadi ringan, sejak adanya bantuan dari sejumlah pihak berupa penyaluran bantuan distribusi air bersih. Pasokan bantuan tersebut datang dari PT. Itci Hutani Manunggal (IHM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman PPU, hingga Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda.
“Walaupun telah mendapatkan bantuan air bersih, tetapi kebutuhan air bersih bagi seluruh warga di wilayah Karang Jinawi hingga saat ini masih terbilang tinggi dan merata. Sehingga, kami memohon dari instansi terkait agar pendistribusian air bersih ke wilayah kami terus dilakukan secara berkala selama musim kemarau berlangsung,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, menuturkan, pendistribusian air di Desa Karang Jinawi dilaksanakan di delapan RT, yakni dari RT. 01 hingga RT.08. Proses Pendistribusian air bersih dilakukan secara langsung ke tandon atau penampungan terpadu yang telah disiapkan di setiap RT.
“Hingga kini total air yang telah didistribusikan sebanyak 11 trip atau sekitar 62 ribu liter. Pasokan air itu kami ambil dari embung yang berada di RT. 02 menggunakan mesin portable yang kemudian di suplai ke mobil tangki penyuplai untuk dilakukan pendistribusian kembali,” pungkasnya.(H-2)













































