Dipicu Kekeringan Parah, Panama dan El Salvador Tetapkan Status Darurat El Nino

3 weeks ago 8
Dipicu Kekeringan Parah, Panama dan El Salvador Tetapkan Status Darurat El Nino Terusan Panama(AFP)

PANAMA dan El Salvador resmi menetapkan status darurat menyusul ancaman kekeringan parah akibat fenomena cuaca El Nino. Langkah ini menyusul Honduras yang sebelumnya telah meluncurkan peringatan serupa, seiring meningkatnya kekhawatiran akan timbulnya krisis pangan di wilayah Amerika Tengah.

Menteri Dalam Negeri Panama, Dinoska Montalvo, menyampaikan deklarasi keadaan darurat ini dilakukan agar pemerintah dapat mengantisipasi dampak buruk dari krisis air tersebut. "Langkah ini diambil agar pihak berwenang bersiap menghadapi apa yang mungkin terjadi akibat El Nino," ujar Montalvo pada Selasa.

Kekeringan hebat yang melanda Panama telah menyebabkan penyusutan volume air mendadak, hingga memaksa pengelola Terusan Panama memangkas kapasitas dan jumlah lalu lintas pelayaran kapal niaga di jalur vital perdagangan dunia tersebut.

Di hari yang sama, El Salvador menetapkan status siaga maksimum (red alert) guna mengaktifkan upaya pemantauan, pengawasan, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak.

"Kami menyuarakan alarm merah (red alert) terkait kekeringan meteorologis dan pertanian di seluruh wilayah nasional," tulis badan Perlindungan Sipil El Salvador melalui akun resminya di X.

Kurangnya curah hujan di El Salvador, yang biasanya melimpah pada periode ini, telah merusak pasokan tanaman pangan secara masif. Sebagai respons, Kementerian Pertanian El Salvador mengumumkan pembagian bantuan pangan bagi keluarga di kawasan pedesaan yang tidak memiliki sistem irigasi.

Beberapa kotamadya di El Salvador masuk dalam Koridor Kering Amerika Tengah (Central American Dry Corridor), yaitu jalur gersang yang juga melintasi wilayah Honduras dan Nikaragua. Kawasan ini dikenal sangat rentan terhadap guncangan cuaca ekstrem.

El Nino sendiri merupakan pola cuaca alami yang memicu kenaikan suhu permukaan air di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena ini mengganggu siklus angin dan curah hujan global, serta mendorong lonjakan suhu secara global di tahun yang diprediksi menjadi tahun terpanas dalam sejarah. Meski terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali, El Nino kali ini dinilai sebagai yang paling intens dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Honduras telah menempatkan 80 persen wilayahnya dalam status siaga. Tiga negara di Amerika Tengah, Panama, El Salvador, dan Honduras, bahkan telah memecahkan rekor suhu bulanan tertinggi sepanjang Juni dan Juli lalu. Khusus di El Salvador, terdapat 14 rekor suhu panas yang berhasil terlewati sepanjang bulan Agustus.

Dampak fenomena ini juga meluas hingga ke kawasan Amerika Selatan. Pekan lalu, Pemerintah Peru mengumumkan status darurat di sepertiga wilayah kotanya akibat ancaman gelombang panas dan hujan intensif yang berpotensi merusak rantai produksi pangan nasional. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |