Ditunda Keberangkatan Lima Penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi

6 days ago 3
Ditunda Keberangkatan Lima Penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi (Dok Istimewa)

PEKATNYA kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saefuddin (STS), Kota Jambi, pada Senin (14/9). Kondisi ini menyebabkan sejumlah jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat mengalami keterlambatan signifikan.

General Manager Bandara STS, Ardon Marbun, menjelaskan bahwa pekatnya kabut asap terjadi sejak Senin pagi hingga menjelang siang. Hal ini mengakibatkan jarak pandang (visibility) di area bandara menurun drastis hingga hanya menyentuh angka 1.100 meter.

"Jarak pandang hanya sebatas 1.100 meter. Artinya, kondisi tersebut tidak layak atau sangat berisiko untuk aktivitas penerbangan," ujar Ardon.

Akibat terbatasnya jarak pandang tersebut, sebanyak lima aktivitas penerbangan yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB mengalami penundaan (delay). Maskapai yang terdampak antara lain:

  • Citilink (QG 961) tujuan Jakarta (CGK)
  • Batik Air (ID 6805) tujuan Jakarta (CGK)
  • Susi Air (SI 7218) tujuan Dabo Singkep (SIQ)
  • Garuda Indonesia (GA 127) tujuan Jakarta (CGK)
  • Super Air Jet (IU 843) tujuan Jakarta (CGK)

Ardon menambahkan, operasional penerbangan baru mulai kembali normal selepas pukul 12.00. Hal ini terjadi setelah jarak pandang membaik dan menembus angka 3.000 meter di kawasan bandara.

Pihak operasional Bandara Sultan Thaha telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan penumpang yang terdampak penundaan. Manajemen juga secara rutin memperbarui informasi jadwal penerbangan guna meminimalisasi ketidaknyamanan pengguna jasa.

Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui Bandara Sultan Thaha diimbau untuk terus memantau jadwal penerbangan secara berkala dan berkoordinasi dengan pihak maskapai masing-masing.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder demi memberikan pelayanan maksimal, sembari berharap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dapat segera teratasi agar aktivitas transportasi udara kembali lancar. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |