Ilustrasi latihan beban.(Dok. Magnific)
DOKTER spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi ginjal dan hipertensi, Decsa Medika Hertanto, menyarankan masyarakat untuk mengombinasikan tiga jenis latihan fisik guna membangun kebugaran tubuh secara menyeluruh. Kombinasi tersebut meliputi latihan kardio, latihan beban atau kekuatan (strength training), dan fleksibilitas.
"Olahraga kardio, strength training untuk membentuk otot, dan fleksibilitas seperti yoga, pilates, dan lain-lain," ujar dr. Decsa dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Menurut dr. Decsa, ketiga jenis latihan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan jika ingin mencapai kondisi tubuh yang benar-benar bugar. Hal ini dikarenakan masing-masing latihan memiliki manfaat spesifik yang saling melengkapi:
- Latihan Kardio: Berfokus pada melatih kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Latihan Kekuatan: Diperlukan untuk membangun dan mempertahankan massa otot.
- Latihan Fleksibilitas: Seperti yoga dan pilates untuk menjaga kelenturan tubuh.
"Tiga olahraga ini harus dilakukan sebagai suatu kesatuan, tidak bisa sendiri-sendiri kalau ingin tubuh kita benar-benar fit," tegas dokter lulusan Pendidikan Konsultan Ginjal dan Hipertensi Universitas Airlangga tersebut.
Lebih lanjut, dr. Decsa menjelaskan bahwa aktivitas fisik rutin berperan penting dalam menjaga kelenturan pembuluh darah. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah secara alami akan menjadi lebih kaku. Olahraga membantu mempertahankan elastisitasnya sehingga jantung dapat bekerja lebih efisien dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
“Dengan kita berolahraga, kita melatih kelenturan pembuluh darah. Dan jantung kita kerjanya jadi efisien,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menyesuaikan intensitas olahraga dengan kemampuan tubuh masing-masing. Ia menekankan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh dan tidak memaksakan diri hanya demi mengejar performa atau mengikuti capaian orang lain.
Sebagai langkah antisipasi, dr. Decsa menyarankan pemantauan kondisi tubuh secara mandiri, termasuk memantau detak jantung saat beraktivitas. "Ketahui batasan. Jadi kita harus tahu limit, batasan kita ini sampai mana," pungkasnya. (Ant/H-3)


















































