Ilustrasi(magnific)
PEMERINTAH, pengembang teknologi (developer), pakar teknologi, dan pemimpin bisnis berkumpul dalam ajang Builders Day 2026 bertajuk "Empowering Developers, Shaping the Nation" pada Selasa (27/8). Pertemuan ini menyoroti peran krusial komunitas developer TI dalam menggerakkan masa depan ekonomi digital Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, IBM memperkenalkan IBM Bob, sebuah platform pengembangan berbasis agentic AI yang dirancang untuk mentransformasi seluruh siklus pengembangan perangkat lunak.
Teknologi ini memungkinkan para developer berinovasi lebih cepat dengan memangkas waktu migrasi dari hitungan bulan menjadi hanya hitungan hari. Selain mempercepat pencapaian hasil bisnis, platform ini diklaim mampu meningkatkan produktivitas hingga 45%.
Komunitas developer di Indonesia saat ini memegang peranan vital dalam mendukung ambisi digital nasional. Dengan nilai ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mendekati US$130 miliar, negara ini diperkirakan membutuhkan sedikitnya 9 juta talenta digital pada 2030.
MI/HO--Michael Kwok, Vice President, IBM Bob and Canada Lab Director
Developer menjadi penggerak utama dalam membantu organisasi memodernisasi operasional, mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI), dan membuka peluang ekonomi baru.
Direktur Ekosistem Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Emerging, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital, Dr. Said Mirza Pahlevi, menekankan pentingnya penguatan ekosistem digital.
"Ekosistem digital yang kuat merupakan hal penting bagi ambisi digital Indonesia. Kolaborasi menjadi kunci untuk mengubah ambisi menjadi dampak nyata," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan IBM bukan sekadar memajukan teknologi, tetapi juga tentang pengembangan talenta dan penguatan kapabilitas.
"Dengan mempertemukan pemerintah, industri, dan komunitas, kita dapat memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat," lanjut Said Mirza.
Fokus Utama IBM Bob:
- Mengutamakan pendekatan AI-first dalam pengembangan perangkat lunak.
- Efisiensi migrasi sistem dari hitungan bulan ke hitungan hari.
- Peningkatan produktivitas pengembang hingga 45%.
- Mendukung modernisasi operasional organisasi di Indonesia.
Kehadiran teknologi agentic AI ini diharapkan dapat menjawab tantangan kebutuhan talenta digital yang masif di masa depan, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam peta ekonomi digital global melalui inovasi yang digerakkan oleh komunitas pengembang lokal. (Z-1)


















































