Ilustrasi(MI/Marianus Marselus)
DUA pekan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7, siswa SMPN 7 Ndoso, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang terbuka.
Para siswa duduk di kursi yang disusun di halaman dan sekitar bangunan sekolah. Kegiatan belajar berlangsung tanpa atap dan dinding pelindung. Sebagian siswa menggunakan area di bawah pepohonan untuk menghindari panas matahari.
Bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat gempa sehingga sejumlah ruang kelas belum dapat digunakan. Untuk kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah memindahkan aktivitas pembelajaran ke area terbuka.
Sejak kegiatan sekolah kembali berlangsung sekitar dua pekan lalu, SMPN 7 Ndoso disebut belum menerima tenda darurat untuk digunakan sebagai ruang belajar sementara. Kondisi tersebut membuat kegiatan pembelajaran masih berlangsung di ruang terbuka.
Orang tua siswa, Lukas, meminta pemerintah daerah segera mengirimkan terpal atau tenda untuk sekolah. Menurut dia, tenda diperlukan agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam naungan dan terlindung dari panas serta hujan.
Lukas mengatakan para orang tua siswa bersedia bergotong royong membuat ruang kelas darurat. Namun, mereka membutuhkan terpal untuk digunakan sebagai atap.
“Orang tua siap membantu membuat kelas darurat. Kami bisa gotong royong, tetapi kami membutuhkan terpal untuk atap agar anak-anak bisa belajar terlindung dari panas dan hujan,” kata Lukas.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Oktavianus Andi Bona, mengatakan bantuan terpal dan tenda untuk sekolah-sekolah terdampak disalurkan melalui Dinas Pendidikan.
“Terpal dan tenda khusus untuk sekolah-sekolah sudah mulai didistribusikan. Pihak sekolah silakan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Oktavianus.
Menurut Oktavianus, distribusi terpal dan tenda tersebut diperuntukkan bagi sekolah-sekolah yang terdampak gempa.
Pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait kebutuhan terpal maupun tenda untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sementara.
Hingga kini, siswa SMPN 7 Ndoso masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di ruang terbuka sambil menunggu tersedianya tenda atau ruang kelas sementara.(MM/E-4)


















































