Dua Residivis Terlibat Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

1 month ago 38
Dua Residivis Terlibat Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel Polda Metro Jaya membongkar produksi uang palsu Rp36 miliar di Ruko Taman Tekno, Tangsel.(Dok. Polri)

POLDA Metro Jaya mengungkap keterlibatan dua orang residivis dalam sindikat pemalsuan uang yang memproduksi uang kertas palsu senilai Rp36 miliar di Ruko Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Pengungkapan ini dilakukan oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus pada Sabtu (22/8).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Viktor, menyatakan bahwa dari empat tersangka yang ditangkap, dua di antaranya adalah mantan narapidana kasus serupa. "Di antara empat orang yang kami amankan, dua di antaranya adalah residivis tindak pidana yang sama pada tahun 2019 dan 2022," ujar Viktor di Tangerang Selatan.

Keempat tersangka yang diamankan berinisial N, S, D, dan AB. Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, tersangka AB diketahui berperan sebagai pemodal sekaligus pemberi perintah (order). Sementara itu, tiga tersangka lainnya bertugas dalam proses produksi uang palsu tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budhi Hermanto, menjelaskan bahwa polisi menyita barang bukti berupa perangkat mesin cetak, tinta, serta 360.000 lembar uang palsu pecahan Rp100.000. Budhi menegaskan bahwa tindakan ini merupakan upaya menjaga simbol kedaulatan negara dan instrumen pembayaran yang sah.

Penemuan pabrik uang palsu berskala besar ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima Subdit 2 Ekonomi dan Perbankan pada Jumat (21/8) sekitar pukul 22.00 WIB. Tim penyidik kemudian melakukan pengembangan hingga menemukan lokasi produksi di kawasan pergudangan Taman Tekno.

Saat ini, para tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi terus mendalami jaringan ini guna memastikan tidak ada peredaran uang palsu hasil produksi sindikat tersebut yang telah masuk ke masyarakat. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |