Dugaan Kekerasan Senior Tewaskan Serda Ahmad, TNI AU Janji Usut Tuntas dan Transparan

1 week ago 3
Dugaan Kekerasan Senior Tewaskan Serda Ahmad, TNI AU Janji Usut Tuntas dan Transparan Ilustrasi .(Antara)

TNI Angkatan Udara (TNI AU) memastikan dugaan tindakan berlebihan atau kekerasan oleh senior terhadap Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF) yang berujung pada kematian akan diusut secara transparan. 

TNI AU menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan yang melanggar hukum di lingkungan institusinya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma I Nyoman Suadnyana mengatakan, seluruh fakta mengenai peristiwa yang menewaskan Serda Ahmad akan didalami berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ditemukan.

“TNI Angkatan Udara berkomitmen mengusut tuntas dugaan pembinaan berlebihan yang menyebabkan Serda AMF meninggal pada Kamis (10/9/2026) secara transparan,” kata Nyoman dalam keterangannya, Minggu (13/9).

Nyoman belum memerinci penyebab pasti kematian prajurit tersebut. Menurut dia, kesimpulan mengenai rangkaian kejadian harus murni didasarkan pada proses pemeriksaan komprehensif oleh aparat terkait.

“Fakta-fakta terkait kejadian tersebut akan diungkap berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh,” ujarnya.

TANPA INTERVENSI
Setiap prajurit yang terbukti terlibat dalam peristiwa tersebut akan dimintai pertanggungjawaban mutlak. Proses hukum, kata Nyoman, akan diberlakukan sesuai standar peradilan militer yang berlaku. “Diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Nyoman.

Ia juga menjamin jalannya pemeriksaan dilakukan tanpa adanya campur tangan dari pihak mana pun. TNI AU mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan penuh dalam mengungkap perkara ini.

“TNI AU memastikan proses tersebut berjalan transparan, adil, dan tanpa intervensi, dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

KELUARGA MENUNGGU HASIL AUTOPSI
Di sisi lain, keluarga Serda Ahmad mendesak agar dugaan kekerasan yang dialami almarhum diusut secara serius. Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, berharap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas hilangnya nyawa sang anak mendapatkan sanksi setimpal.

“Kami dari keluarga almarhum berharap ada sanksi yang setimpal kepada empat anggota senior anak kami yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak kami,” harap Toni, Jumat (11/9).

Toni menegaskan, keluarga tidak ingin ada latar belakang atau alasan apa pun yang digunakan untuk membenarkan tindakan kekerasan tersebut. 

Keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib, seraya meminta autopsi dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian. Namun, hingga kini pihak keluarga mengaku belum menerima hasil autopsi almarhum.

Sebagai informasi, Serda Ahmad merupakan prajurit yang berdinas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sebelumnya, almarhum sempat bertugas di lingkungan Dinas Psikologi Mabes TNI AU selama kurang lebih satu setengah tahun.

Serda Ahmad dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke unit gawat darurat. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Magetan, Jawa Timur, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat pada Kamis (10/9) malam tanpa upacara kemiliteran. (Dev/P-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |