Dukung MUI Soal Penindakan LGBT, KAMMI: Sudah Mengancam Kesehatan Generasi Muda

2 hours ago 1

Warga menandatangani kain putih saat kampanye dan deklarasi anti LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender di Padang, Sumatera Barat, Ahad (21/6/2026). Pemprov Sumbar, Polda Sumbar, dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) mengajak seluruh masyarakat dalam aksi deklarasi anti LGBT dengan menandatangani kain putih sepanjang satu kilometer dan berkomitmen menindak pelaku dengan hukum adat serta membasmi atau mengusirnya dari tanah Minang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penanganan fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang belakangan menjadi sorotan publik.

KAMMI menilai mahasiswa Muslim perlu mengambil peran sebagai benteng moral dalam menghadapi maraknya perilaku yang dinilai menyimpang tersebut.

Ketua Bidang Keummatan dan Wawasan Keislaman PP KAMMI, Jodi Setiawan, mengatakan fenomena LGBT yang belakangan mencuat, termasuk kasus yang viral di lingkungan kampus, menunjukkan bahwa gerakan tersebut telah menyasar berbagai kalangan, terutama generasi muda dan mahasiswa.

Menurut dia, perilaku LGBT berpotensi mengancam moral serta keberlangsungan generasi bangsa apabila tidak ditangani secara serius. Ia menilai dampaknya tidak hanya menyentuh aspek individu, tetapi juga dapat memengaruhi ketahanan keluarga sebagai unit dasar masyarakat.

“Seharusnya pemuda dan mahasiswa dapat menjadi pionir dalam mencegah dan mengampanyekan bahaya LGBT di kalangan muda, serta mengajak pelaku LGBT untuk menjalani proses pemulihan melalui kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Jodi dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (24/6/2026).

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan PP KAMMI, Muhammad Alfiansyah. Ia menilai fenomena LGBT perlu dilihat dari berbagai aspek, dari kesehatan fisik, kesehatan mental, hingga dampaknya terhadap produktivitas kerja.

Menurut Alfiansyah, perilaku seksual berisiko dapat meningkatkan potensi penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya upaya pencegahan dan edukasi kesehatan bagi generasi muda.“Dampak ini tidak boleh diremehkan karena menyangkut masa depan kesehatan generasi muda Indonesia,” ucapnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |