Ekonom: Penunjukan Suahasil Nazara Jamin Kesinambungan Fiskal APBN 2026-2027

6 days ago 3
 Penunjukan Suahasil Nazara Jamin Kesinambungan Fiskal APBN 2026-2027 Menteri Keuangan Suahasil Nazara(Antara)

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan kebijakan fiskal. Hal ini dinilai krusial mengingat pemerintah tengah menjalankan APBN 2026 dan mempersiapkan APBN 2027.

Josua menjelaskan bahwa pengalaman panjang Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 meminimalisasi risiko guncangan selama masa transisi kepemimpinan. Pemahaman mendalam Suahasil terhadap pengelolaan penerimaan, belanja, pembiayaan, serta koordinasi kebijakan fiskal menjadi modal utama.

"Secara umum, saya menilai penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan cenderung positif dan relatif menenangkan dari sisi kesinambungan kebijakan," ujar Josua di Jakarta, Senin (14/9).

Tantangan dan Kredibilitas Fiskal

Menurut Josua, tantangan utama Suahasil bukan sekadar melanjutkan pengelolaan anggaran, melainkan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pembiayaan program prioritas, dan penguatan penerimaan negara tanpa mengorbankan kredibilitas fiskal.

Ia memprediksi arah kebijakan fiskal tidak akan berubah secara drastis. Namun, pendekatan Suahasil diperkirakan akan lebih terstruktur dan berhati-hati, dengan fokus pada kualitas belanja serta kesinambungan pembiayaan.

"Keuntungan utamanya adalah masa transisi yang relatif kecil pada saat pemerintah sedang menjalankan APBN 2026 sekaligus mempersiapkan APBN 2027," tambahnya.

Meski demikian, Josua menyoroti tantangan baru bagi Suahasil yang kini beralih peran dari pembantu pengambil keputusan menjadi pengambil keputusan utama (chief decision maker) dalam pengelolaan fiskal nasional.

Fokus Jangka Pendek dan RAPBN 2027

Pekerjaan mendesak yang harus diselesaikan adalah memastikan pelaksanaan APBN 2026 ditutup secara kredibel. Hal ini mencakup pengamanan penerimaan negara dan belanja prioritas agar tidak terjadi lonjakan pengeluaran yang tidak terkendali di akhir tahun.

Selain itu, Suahasil dituntut menguji kembali asumsi fiskal 2027. Berdasarkan kesepakatan pemerintah dan Banggar DPR pada 7 September 2026, belanja negara dalam RAPBN 2027 dinaikkan menjadi Rp4.106,3 triliun dengan target defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB atau Rp671,2 triliun.

Rekomendasi Kebijakan: Josua menyarankan agar penguatan penerimaan negara dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan, dan perbaikan administrasi, bukan dengan menaikkan tarif pajak secara luas yang berisiko menekan konsumsi dan investasi.

Respons Pasar dan Disiplin Fiskal

Josua memperkirakan respons pasar terhadap pelantikan ini akan cenderung netral hingga positif dalam jangka pendek karena faktor stabilitas. Namun, kepercayaan investor jangka panjang akan sangat bergantung pada konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal.

"Kredibilitas Menteri Keuangan pada akhirnya ditentukan bukan hanya oleh kemampuan teknis, tetapi juga keberanian mengatakan tidak apabila suatu program terlalu mahal, kurang produktif, atau menimbulkan risiko fiskal yang tidak sebanding dengan manfaatnya," tegas Josua.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin sore. Sebelum menjabat sebagai Wamenkeu, Suahasil merupakan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan sejak 2015.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |