Ilustrasi.(Magnific)
DUA pakar kecerdasan buatan (AI), yang sebelumnya diproyeksikan memimpin proyek ambisius milik Jeff Bezos, kini meluncurkan sistem baru yang dirancang untuk memahami alam semesta melalui pendekatan fisika, bukan bahasa.
Anima Anandkumar, profesor di Caltech dan mantan direktur Nvidia, bersama suaminya Benedikt Jenik, seorang insinyur infrastruktur AI, awalnya diharapkan memimpin Project Prometheus. Perusahaan besutan pendiri Amazon tersebut fokus pada penggunaan AI untuk teknik dan manufaktur guna merevolusi pembuatan komputer, pesawat, hingga mobil.
Namun, pasangan peneliti ini memilih jalur berbeda dengan mendirikan Accelerated Understanding Inc. Mereka memperkenalkan model AI yang bekerja secara fundamental berbeda dari sistem populer seperti ChatGPT milik OpenAI atau Claude milik Anthropic.
Melampaui Batas Data Tradisional
Accelerated Understanding Inc mengeklaim telah mengembangkan model AI yang mampu menangani 5 triliun keping data dalam satu prompt tunggal. Kapasitas ini sekitar 5 juta kali lebih besar dari kemampuan model unggulan Google atau Anthropic saat ini. Sebagai gambaran, kapasitas tersebut setara dengan membaca novel War and Peace karya Tolstoy sebanyak 5 juta kali dalam satu sesi.
Perbedaan utamanya terletak pada arsitektur. Jika ChatGPT menggunakan arsitektur Transformer untuk memprediksi kata berikutnya dalam sebuah kalimat, model baru ini menggunakan teknologi neural operators. Teknologi ini dipelopori oleh Anandkumar untuk memprediksi fenomena fisik dalam ruang dan waktu.
"Pandangan kecerdasan yang berpusat pada bahasa menempatkan manusia di tengah. Menempatkan fisika di tengah adalah pandangan yang berpusat pada alam," ujar Anandkumar dalam wawancara eksklusif menjelang peluncuran korporat perusahaan.
Implementasi Industri dan Masa Depan
Perusahaan ini menargetkan sektor korporasi (enterprise) daripada layanan konsumen. Beberapa potensi penggunaan teknologi ini meliputi:
- Desain Chip: Mengoptimalkan material dan suhu untuk kinerja semikonduktor dengan meminimalkan uji coba laboratorium.
- Robotika: Memberikan pemahaman realitas spasial yang lebih baik pada mesin.
- Prediksi Cuaca Ekstrem: Mempercepat prakiraan cuaca dengan akurasi tinggi.
- Energi: Menyaring data geologi untuk perusahaan energi.
Hubungan dengan Jeff Bezos dan Project Prometheus
Dukungan terhadap visi Anandkumar juga datang dari CEO Nvidia, Jensen Huang. Huang dilaporkan sangat antusias saat melihat bagaimana neural operators dapat mempercepat prediksi cuaca dan mendorong AI untuk mengungguli teori fisika konvensional.
Saat ini, Accelerated Understanding Inc telah menjalin kemitraan dengan penyedia komputasi untuk menjalankan klaster perangkat keras mereka, meskipun Anandkumar belum bersedia merinci identitas mitra strategis tersebut. (The Independent/I-2)


















































