Eks PM Pakistan Imran Khan Dilarikan ke Rumah Sakit untuk Pemeriksaan Medis

1 month ago 18
Eks PM Pakistan Imran Khan Dilarikan ke Rumah Sakit untuk Pemeriksaan Medis Petugas keamanan menutup akses jalan di luar Rumah Sakit Internasional Shifa di Islamabad, Kamis (20/8), setelah Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan pemindahan mantan Perdana Menteri Imran Khan dari penjara ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.(AFP)

MANTAN Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan, yang masih menjalani hukuman penjara dipindahkan ke rumah sakit di Islamabad untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemindahan tersebut memenuhi tuntutan lama para pendukungnya yang menilai kondisi kesehatan Khan memburuk selama lebih dari tiga tahun berada di penjara.

Panel khusus yang terdiri atas para ahli medis akan menentukan apakah Khan perlu menjalani rawat inap di rumah sakit, menurut sumber kepada media Pakistan Geo News, Kamis (20/8) waktu setempat. Khan dibawa ke fasilitas medis tersebut dengan pengawalan ketat.

Khan dipindahkan dari Penjara Adiala ke Shifa International Hospital di Islamabad setelah Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan otoritas terkait memberikan akses pemeriksaan medis kepada politikus berusia 73 tahun itu.

“Perdana Menteri sebelumnya Imran Khan telah dipindahkan dari Penjara Adiala ke Shifa International Hospital di Islamabad menyusul perintah Mahkamah Agung,” kata partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), melalui pesan singkat kepada wartawan.

Mahkamah Agung Pakistan pada Selasa memerintahkan pemerintah memindahkan Khan ke Shifa International Hospital dalam waktu 48 jam. Pengadilan juga memerintahkan agar Khan mendapat akses kepada panel medis yang mencakup dokter pribadinya.

Kuasa hukum Khan menyebut kondisi kesehatan kliennya memburuk selama berada di penjara. Mereka mengatakan Khan mengalami penurunan penglihatan yang signifikan pada mata kanannya.

Namun, pemerintah Pakistan menyatakan hasil laporan medis tidak menunjukkan adanya kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Pemindahan Khan ke rumah sakit dipandang sebagai potensi langkah awal untuk meredakan ketegangan antara partai politiknya dan kelompok militer Pakistan yang memiliki pengaruh kuat dalam politik negara tersebut. Hubungan keduanya memburuk sejak Khan dicopot dari jabatan perdana menteri pada 2022.

Khan telah dipenjara sejak Agustus 2023. Ia membantah tuduhan yang menjeratnya dan menyatakan berbagai perkara hukum terhadap dirinya bermotif politik. Pemerintah Pakistan membantah tuduhan tersebut.

Khan merupakan perdana menteri Pakistan pada 2018 hingga 2022 sebelum digulingkan melalui mosi tidak percaya di parlemen. Setelah itu, ia menghadapi sejumlah perkara hukum yang kemudian membuatnya menjalani hukuman penjara. (The Guardian/B-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |