Bantuan IPB University Peduli.(dok.IPB University Peduli )
SEUSAI dilepas secara resmi oleh Rektor IPB University dan bertolak dari Science & Technology Park (STP) pada Selasa (8/9), truk ekspedisi yang mengangkut bantuan program IPB University Peduli dan Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) akhirnya tiba di Bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Bidang Komunikasi ARM HA-IPB, Hanibal W Y Wijayanta, mengatakan pada Rabu (16/9) siang, kapal KM Cucut yang membawa truk ekspedisi berisi 184 koli bantuan dengan total berat 2,2 ton akhirnya merapat di Labuan Bajo, NTT. Kapal tersebut menempuh pelayaran dari Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.
"Bantuan yang dibawa terdiri atas 6.350 paket nasi steril instan siap makan hasil inovasi IPB University, 24 boks buku dan mainan anak, 11 boks perlengkapan pribadi untuk pengungsi, serta dua boks Al-Qur'an. Selain itu, turut dikirim empat mesin pompa air, tiga alat penjernih air, serta dua mesin reverse osmosis (RO) yang merupakan donasi Yayasan Satu Umat Alumni SMAN 70 Jakarta,” jelas Hanibal dalam keterangan resmi, Kamis (17/9)..
Menurut Hanibal, perjalanan truk ekspedisi bantuan IPB University Peduli dan ARM HA-IPB tersebut penuh tantangan. Semula, truk direncanakan tiba di Surabaya untuk kemudian diangkut dengan kapal laut langsung menuju Labuan Bajo. Namun, kondisi cuaca tidak memungkinkan.
"Situasi semakin sulit setelah terjadi musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal tersebut tenggelam di perairan Laut Jawa dekat Kepulauan Masalembu pada Minggu (13/9)," kata Hanibal.
Tim kemudian memilih jalur darat melalui Banyuwangi, menyeberang ke Bali, lalu melanjutkan perjalanan ke Lombok hingga akhirnya mengantre di Pelabuhan Sape, Bima. Dari pelabuhan tersebut, truk bersama muatannya diberangkatkan menuju Labuan Bajo.
"Alhamdulillah, bantuan akhirnya tiba dengan selamat di Labuan Bajo," jelas Hanibal.
Menurut dia, tim ARM HA-IPB yang diwakili Pengurus Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Maulana Ishak, S.Pi., telah tiba lebih dahulu untuk menanti kedatangan truk ekspedisi. Bersama mitra dari Yayasan Kabua Dana Rasa, Yayasan Pahami Quran, dan STAI Siliwangi Garut, tim selanjutnya akan mendistribusikan bantuan nasi steril, buku dan mainan anak, perlengkapan pribadi, serta Al-Qur'an ke sejumlah pos pengungsian di kawasan Manggarai Raya.
"Distribusi bantuan akan mencakup tiga kabupaten, yakni Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur," ujarnya.
Sementara itu, kata Hanibal, untuk instalasi sarana air bersih, ARM HA-IPB bersama para mitra akan berfokus pada empat titik. Lokasinya meliputi Dusun Wersawe, Desa Cuncawulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat; Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai; serta Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas dan Desa Gololijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.
"Pada Kamis (17/9), tim bergerak menuju Wersawe dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Labuan Bajo. Selanjutnya, ARM HA-IPB akan melanjutkan perjalanan ke Ruteng dan Reok hingga Pota untuk menjalankan distribusi bantuan dan program penyediaan air bersih," pungkasnya. (Cah/P-3)


















































