Tim SAR mencari wisatawan Malaysia yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Pulau Weh, Sabang, Aceh.(Dok. Antara/Humas SAR Aceh)
BADAN SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh mengerahkan empat tim khusus untuk mencari seorang wisatawan asal Malaysia yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Shark Plateau, Pulau Selako, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmu, Kota Sabang, Aceh.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menyatakan bahwa korban bernama Ho Wee Han (49). Hingga Rabu (16/9), operasi pencarian telah memasuki hari keenam sejak korban dinyatakan hilang.
"Kami membagi empat tim untuk mencari wisatawan Malaysia tersebut. Pencarian difokuskan di perairan Pulau Weh, Kota Sabang," ujar Ibnu Harris di Banda Aceh.
Strategi Penyisiran Empat Penjuru
Ibnu menjelaskan pembagian tugas keempat tim tersebut guna memaksimalkan cakupan area pencarian:
- Tim Pertama: Menyisir permukaan air menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Sabang.
- Tim Kedua: Bergerak ke arah timur laut menggunakan perahu karet atau RIB dari Iboih Dive Center.
- Tim Ketiga: Melakukan penyisiran ke arah barat laut dengan dukungan RIB Pulau Weh Resort.
- Tim Keempat: Menyisir wilayah tenggara menggunakan RIB Safari Dive Center.
Selain penyisiran di permukaan dengan radius hingga lima mil laut dari titik terakhir korban terlihat, tim gabungan juga melakukan penyelaman teknis. "Penyelaman dilakukan hingga kedalaman berkisar 50 sampai 60 meter," tambahnya.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel SAR Sabang, TNI AL, Kepolisian, Polisi Pariwisata Iboih, BPBD Kota Sabang, hingga komunitas penyelam lokal dan nelayan setempat.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula pada Jumat (11/9) sekitar pukul 15.05 WIB. Saat itu, Ho Wee Han sedang menyelam bersama tiga rekan lainnya di perairan Shark Plateau. Ketika berada di kedalaman sekitar 20 meter, arus bawah laut mendadak menguat dan menyeret para penyelam hingga kedalaman 30 meter.
Dalam kondisi arus kencang tersebut, korban terpisah dan tidak lagi terlihat oleh pendamping selam. Rekan korban sempat melakukan pencarian mandiri di permukaan selama 30 menit sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kendala Cuaca dan Arus Bawah Laut
Terkait kendala di lapangan, Ibnu Harris memaparkan bahwa kondisi cuaca di permukaan sebenarnya cukup kondusif dengan status cerah berawan dan gelombang laut setinggi 0,5 hingga 1,5 meter. Kecepatan angin tercatat mencapai 15 knot dari arah timur laut.
Namun, tantangan utama berada di bawah permukaan air. "Kendala pencarian bawah permukaan berupa arus yang sangat kuat dan jarak pandang (visibility) yang terbatas, terutama di beberapa titik area penyelaman," pungkasnya. (Ant/H-3)


















































