Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Amien Suyitno, didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar.(MI/M Yakub)
SEBANYAK 1.798 peserta dari 19 provinsi mengikuti Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAKN) ke-8 Tahun 2026 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung sejak Kamis (10/9) hingga Minggu (13/9).
Extranas digelar di Gedung MAN 1 Lamongan dan Sport Center Lamongan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 137 lembaga pendidikan negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno membuka Extranas ke-8. Pembukaan turut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Kepala Kantor Kemenag Lamongan Muhlisin Mufa, dan sejumlah pejabat terkait.
Selain expo dan rapat kerja, kegiatan diisi berbagai perlombaan yang digelar secara luring dan daring. Perlombaan tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan.
Amien Suyitno meminta peserta menjadikan pesan Sunan Drajat sebagai pedoman dalam mengikuti Extranas. Menurut dia, madrasah harus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga kepedulian sosial.
"Lamongan ini bumi yang menggambarkan religiusitas yang tinggi. Madrasah dengan segala kelebihannya basisnya adalah religiusitas," kata Amien.
Ia menyampaikan empat pesan Sunan Drajat yang dapat menjadi pedoman, yakni memberikan tongkat kepada orang buta, payung kepada orang yang kehujanan, makanan kepada orang yang kelaparan, serta pakaian kepada orang yang tidak berpakaian. "Artinya, madrasah harus memiliki soft skill dan keterampilan dalam segala hal, menjadi pencerah, dan memiliki kepedulian sosial," ujarnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama atas kepercayaan menjadikan Lamongan sebagai tuan rumah Extranas ke-8.
Menurut Yuhronur, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kesalehan sosial di Lamongan.
"Kami berharap Extranas ke-8 ini menjadi ruang untuk knowledge sharing, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan juga menemukan best practice dari berbagai madrasah di seluruh Indonesia," kata Yuhronur.
Ia berharap pertemuan tersebut juga memperkuat hubungan antarmadrasah dan semangat bersama dalam memajukan pendidikan. "Semoga pertemuan ini juga memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah dalam semangat memajukan pendidikan," ujarnya.
Extranas merupakan program Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan se-Indonesia yang digelar setiap dua tahun. Kegiatan ini menjadi forum pertemuan lembaga pendidikan sekaligus ajang pengembangan kompetensi peserta didik madrasah.(E-2)


















































