Fatayat NU Jadikan Muktamar Momentum Perangi Kekerasan Perempuan dan Anak

3 weeks ago 32
Fatayat NU Jadikan Muktamar Momentum Perangi Kekerasan Perempuan dan Anak Ilustrasi kekerasan anak.(Dok. Antara)

PIMPINAN Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) menyerukan komitmen tegas untuk menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di sela rangkaian Muktamar Ke-35 NU. Dalam momentum tersebut, organisasi pemudi NU ini meluncurkan gerakan bersama bertajuk Fatayat Anti Kekerasan (FANTIK).

"Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan terhadap perempuan dan anak," tegas Ketua Bidang Advokasi PP Fatayat NU, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, dilansir dari Antara, Minggu (30/8).

Neng Eem, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB MPR RI, memaparkan data memprihatinkan dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) serta Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024. Data dari Kementerian PPPA tersebut menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 4 perempuan dan 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan.

Menurutnya, angka tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan. Ia menekankan bahwa persoalan kekerasan adalah masalah besar yang tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja, melainkan butuh kolaborasi lintas sektor.

Melalui gerakan FANTIK, Fatayat NU berkomitmen memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan, rasa aman, serta keberanian untuk bersuara. Gerakan ini juga bertujuan membuka akses yang lebih luas terhadap keadilan bagi para korban.

Pemilihan arena Muktamar NU sebagai lokasi sosialisasi FANTIK dinilai sangat strategis. Neng Eem menjelaskan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran kunci dalam membangun budaya masyarakat yang menolak keras segala bentuk kekerasan.

Muktamar Ke-35 NU sendiri berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Perhelatan akbar ini dihadiri oleh ribuan peserta dari tingkat PWNU, PCNU, hingga Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) dari luar negeri.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |