Penyerang Liverpool Federico Chiesa.(AFP/NICOLAS TUCAT)
PENYERANG Italia, Federico Chiesa, menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Liverpool dan memperjuangkan posisi utama di bawah asuhan pelatih baru, Andoni Iraola. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi mengenai masa depannya setelah dua musim yang sulit di Anfield.
"Saat ini saya bahagia di Liverpool. Saya mencintai klub ini, para suporternya, semuanya. Saya akan melakukan yang terbaik agar mendapat kesempatan bermain di sini. Untuk sekarang, satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah Liverpool," ujar Chiesa dikutip dari The Athletic, Kamis (30/7).
Babak Baru di Bawah Andoni Iraola
Komitmen tersebut disampaikan Chiesa usai menyumbang satu gol dalam kemenangan 4-2 Liverpool atas Sunderland pada laga uji coba pramusim di Nashville, Amerika Serikat.
Bagi Chiesa, kehadiran Andoni Iraola, yang menggantikan Arne Slot, menjadi momentum untuk membuka lembaran baru dalam kariernya bersama The Reds.
Sejak didatangkan dari Juventus pada Agustus 2024 dengan nilai transfer 12,5 juta pound sterling (sekitar Rp260 miliar), Chiesa kesulitan menembus skuat utama.
Selama dua musim di bawah arahan Slot, ia tercatat hanya sembilan kali menjadi starter di semua kompetisi. Musim lalu, ia lebih banyak berperan sebagai pemain pengganti dengan total 31 penampilan dari bangku cadangan.
"Ini adalah babak baru. Kami punya pelatih baru dan saya harus fokus pada hal itu. Musim lalu saya juga merasa siap memainkan peran yang lebih besar, tetapi keputusan tetap berada di tangan pelatih," tambahnya.
Eksperimen Posisi dan Taktik Intensitas Tinggi
Meski belum ada pembicaraan khusus mengenai peran permanennya untuk musim 2026/27, Chiesa mengungkapkan bahwa Iraola mulai mencoba kemampuannya di posisi berbeda. Dalam laga melawan Sunderland, Chiesa diplot sebagai penyerang tengah, bukan di posisi aslinya sebagai pemain sayap.
"Hari ini dia memainkan saya sebagai penyerang tengah. Sepanjang karier saya lebih sering bermain sebagai winger, tetapi saya juga senang jika dipercaya sebagai striker," tutur pemain berusia 28 tahun tersebut.
Chiesa juga memberikan gambaran mengenai filosofi permainan yang dibawa Iraola ke Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu menginginkan permainan berintensitas tinggi dengan penekanan pada duel satu lawan satu di seluruh area lapangan. Skema ini telah digodok dalam sesi latihan intensif selama dua pekan terakhir.
Misi Kebangkitan Liverpool dan Timnas Italia
Selain ambisi pribadi, Chiesa mengusung misi membawa Liverpool kembali ke papan atas. Setelah finis di peringkat kelima Liga Primer Inggris musim lalu, ia merasa klub sebesar Liverpool harus kembali bersaing memperebutkan gelar juara, seperti saat mereka memenangi liga dua musim silam.
"Liverpool pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. Musim ini kami harus tampil lebih baik, termasuk di Liga Champions. Saya yakin kami memiliki skuad yang mampu melakukannya," tegas Chiesa.
Di sisi lain, performa apik di level klub diharapkan menjadi pintu masuk kembali ke timnas Italia. Chiesa tercatat belum lagi memperkuat Gli Azzurri sejak Euro 2024. Ia kini menantikan kesempatan di bawah pelatih baru Italia nantinya, menyusul mundurnya Gennaro Gattuso setelah kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia.
Statistik Federico Chiesa di Liverpool (2024-2026):
- Nilai Transfer: 12,5 Juta Pound Sterling
- Starter (Era Arne Slot): 9 Pertandingan
- Penampilan Cadangan (Musim Lalu): 31 Kali
- Target Musim 2026/27: Menembus Skuat Utama & Kembali ke Timnas Italia
(Ant/Z-1)


















































