Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Tuban Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

2 hours ago 2
Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Tuban Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Mangrove memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi dan gelombang, melainkan juga menjadi habitat berbagai biota laut.(Dok. Istimewa)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ekosistem pesisir melalui agenda tahunan Festival Mangrove Jawa Timur. Pada penyelenggaraan yang ke-10, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mitigasi perubahan iklim global sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

Festival yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur ini dipusatkan di kawasan Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, pada Rabu (29/7). Acara ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen, mulai dari perwakilan kementerian terkait, pegiat lingkungan, akademisi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa Festival Mangrove bukan sekadar seremoni tahunan. Ia memandang kegiatan ini sebagai gerakan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah pesisir Jawa Timur. Keberhasilan provinsi ini dalam mengelola ekosistem mangrove bahkan telah diakui melalui berbagai apresiasi di tingkat nasional.

"Mangrove adalah investasi lingkungan untuk masa depan. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Mari kita niatkan menjaga mangrove sebagai ikhtiar menjaga bumi dan menyumbangkan oksigen bagi Ibu Pertiwi," ujar Khofifah seperti disitat dari keterangan, Kamis (30/7/2026).

Secara ekologis, mangrove memiliki fungsi ganda yang sangat vital. Selain melindungi garis pantai dari ancaman abrasi dan terjangan gelombang, hutan mangrove bertindak sebagai penyerap karbon alami (carbon sink) yang efektif. Kemampuan mangrove dalam menyerap emisi karbon menjadikannya pilar penting dalam strategi mitigasi perubahan iklim yang sedang menjadi tantangan global.

Potensi Pesisir Tuban dan Kolaborasi Lintas Sektor

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyambut baik penunjukan Kabupaten Tuban sebagai tuan rumah festival edisi ke-10 ini. Tuban memiliki garis pantai sepanjang 65 kilometer yang menyimpan potensi ekosistem besar namun juga rentan terhadap perubahan lingkungan.

Menurut Bupati Lindra, menjaga kelestarian pesisir memerlukan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa mangrove tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.

"Mangrove memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi dan gelombang, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap emisi karbon, serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, menjaga mangrove adalah tanggung jawab kita bersama," jelas Lindra.

Ia berharap melalui festival ini, kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, dapat meningkat secara signifikan sehingga aksi penanaman dan perawatan mangrove menjadi budaya kolektif.

Rangkaian Kegiatan Festival Mangrove ke-10

Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Pantai Panduri dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif, antara lain:

  • Rehabilitasi Vegetasi: Penanaman tanaman mangrove asosiasi seperti cemara udang dan pandan laut yang dinilai sangat cocok dengan karakteristik pesisir Tuban.
  • Konservasi Satwa: Pelepasliaran burung untuk menjaga keseimbangan ekosistem lokal.
  • Edukasi & Pameran: Sosialisasi pelestarian mangrove bagi pelajar serta pameran perlindungan dan pengelolaan ekosistem pesisir.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Layanan pengobatan gratis bagi warga sekitar kawasan pantai.
  • Ekonomi Kreatif: Fashion show yang menampilkan batik dengan pewarna alami dari mangrove, menunjukkan potensi nilai tambah ekonomi dari ekosistem ini.
  • Apresiasi: Penyerahan penghargaan oleh Gubernur Jawa Timur kepada individu maupun lembaga yang berkontribusi nyata dalam perlindungan mangrove.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan solo akustik dari Kaka Slank, yang turut memberikan pesan-pesan pelestarian lingkungan melalui seni musik kepada para peserta festival.

Catatan Penting: Festival Mangrove Jawa Timur merupakan wujud nyata implementasi kebijakan hijau (Green Economy) Pemprov Jatim yang mengintegrasikan perlindungan alam dengan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat pesisir. (YK/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |