Pemain dan kru film Paket Santet.(Dok. Base Entertainment)
FILM Paket Santet, debut horor sutradara Dinna Jasanti akan tayang di bioskop mulai 27 Agustus. Film ini memadukan unsur santet dengan balutan sisi misteri, unsur gore, dan teror yang dekat dengan keseharian.
Kisahnya mengikuti Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri), tujuh mahasiswa yang menjadi sasaran santet melalui paket yang sengaja dikirim kepada mereka. Teror pun mulai merenggut nyawa, satu per satu dari mereka menyadari apa yang terjadi bukanlah kebetulan. Ada seseorang yang sengaja memilih mereka sebagai korban dengan alasan yang berakar pada kejadian di masa lalu.
Fatih Unru, pemeran Deva, menilai kekuatan film ini justru terletak pada seberapa dekat konfliknya dengan kehidupan nyata.
“Paket Santet membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain. Berperan sebagai Deva membuat saya sadar bahwa perundungan tidak selalu datang dalam bentuk besar dan terlihat. Kadang justru hal kecil yang kita anggap sepele bisa meninggalkan luka paling lama,” ujar Fatih saat konferensi pers usai penayangan film di CGV FX Senayan, Jakarta, Selasa, (18/8).
Produser Shanty Harmayn mengungkapkan, kisah di film Paket Santet berangkat dari sesuatu yang dekat dari keseharian banyak orang. Film ini ingin membawa penonton menelusuri kisah tentang dendam dari masa lalu yang akan menghantui dan mengancam nyawa.
“Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi? Di Base Entertainment, kami ingin membuat horor yang bukan hanya memberikan ketakutan, tetapi punya angle lain yang juga membuat penonton berpikir tentang konsekuensi dari perilaku kita terhadap orang lain,” kata produser Shanty Harmayn. (H-3)













































