Game HP Jadul yang Tak Terlupakan, Ini Kisah Panjang Angry Birds yang Bikin Nostalgia

3 weeks ago 35
Game HP Jadul yang Tak Terlupakan, Ini Kisah Panjang Angry Birds yang Bikin Nostalgia Angry Birds menjadi fenomena global sejak dirilis Rovio pada 2009. Simak perjalanan game burung pemarah dari smartphone hingga menjadi budaya pop.(The Guardian)

BAGI generasi yang pernah menggunakan ponsel di awal era smartphone, Angry Birds tentu bukan nama asing. Game yang mempertemukan burung-burung pemarah dengan babi hijau ini sempat menjadi fenomena global dan membuktikan bahwa permainan sederhana di ponsel bisa berkembang menjadi budaya pop.

Angry Birds dikembangkan Rovio Entertainment pada 2009. Ide awalnya berasal dari desainer Jaakko Iisalo yang menggambar sekumpulan burung dengan bentuk bulat, paruh dan alis yang terlihat marah. 

Konsep awal permainan ternyata berbeda dari versi yang dikenal sekarang karena belum menggunakan ketapel. Burung hanya dibuat melompat menuju bangunan. Setelah diuji, tim menyadari pemain membutuhkan mekanisme yang lebih mudah dipahami, hingga akhirnya muncul ketapel.

Game tersebut kemudian dirilis untuk perangkat mobile dan mulai mencuri perhatian setelah Apple menampilkannya di halaman depan App Store. Hanya dalam beberapa bulan, popularitas Angry Birds meningkat drastis. 

Pada April 2010, game tersebut bahkan berhasil menduduki posisi teratas di tangga aplikasi Amerika Serikat sebelum menjadi game nomor satu di App Store.

Merambah Ponsel Jadul

Kesuksesan Angry Birds tidak hanya bergantung pada smartphone. Pada 2011, Rovio menggandeng Nokia untuk menghadirkan game tersebut pada Series 40, lini feature phone yang populer di berbagai negara berkembang.

Langkah ini membuka peluang bagi Angry Birds untuk menjangkau pasar seperti India, China dan Amerika Latin. 

Saat itu, Rovio telah mencatat sekitar 400 juta unduhan, sekaligus melihat potensi besar dari pengguna ponsel yang belum menggunakan smartphone.

Bukan Sekadar Game

Popularitas Angry Birds kemudian berkembang menjadi bisnis hiburan. Pada 2012, jumlah unduhan seluruh seri Angry Birds telah mencapai lebih dari 700 juta. 

Rovio juga memperluas karakter burung dan babi hijau ke berbagai produk seperti boneka, buku, permainan papan dan merchandise.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Angry Birds bukan lagi sekadar game mobile, melainkan telah menjadi sebuah merek global yang mampu menjangkau pemain maupun orang yang sebelumnya tidak menganggap dirinya sebagai gamer.

Kini, Angry Birds menjadi salah satu simbol penting era awal mobile gaming. Dari layar ponsel sederhana hingga ekosistem hiburan yang lebih luas, perjalanan burung-burung pemarah ini memperlihatkan bagaimana game dengan mekanisme sederhana dapat bertahan dalam ingatan publik selama lebih dari satu dekade.

Bagi pemain lama, suara ketapel yang ditarik, burung melayang dan bangunan babi yang runtuh mungkin masih menjadi nostalgia tersendiri. 

Sementara bagi generasi baru, Angry Birds menjadi pengingat bahwa sebelum game mobile dipenuhi grafis kompleks dan mekanisme multiplayer, sebuah ketapel sederhana sudah cukup untuk membuat dunia sibuk bermain. (The Guardian/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |