Platform umroh mandiri berbasis teknologi, Umrohin, menjalin kerja sama strategis dengan BPKH Limited.(Dok.Istimewa)
PLATFORM umroh mandiri berbasis teknologi, Umrohin, menjalin kerja sama dengan BPKH Limited, anak perusahaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang berkedudukan di Makkah, Arab Saudi. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Bandung, Jumat (31/7).
MoU ditandatangani CEO Umrohin Ryan Dirgantara dan Mudir BPKH Limited Iman Ni'matullah. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem digital haji dan umroh yang terintegrasi, aman, dan transparan, sekaligus memperkuat konektivitas antara pelaku industri di Indonesia dan penyedia layanan di Arab Saudi.
CEO Umrohin Ryan Dirgantara mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk menjawab berbagai tantangan layanan perjalanan ibadah melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Dalam kerja sama tersebut, terdapat sejumlah fokus utama, antara lain integrasi layanan digital untuk kebutuhan transportasi dan logistik jamaah selama di Arab Saudi. Selain itu, kedua pihak akan memperkuat konektivitas antara pelaku industri umroh dan haji Indonesia dengan penyedia layanan di Arab Saudi," kata Ryan, Senin (24/8).
Menurut Ryan, inovasi digital juga akan dikembangkan untuk memudahkan perjalanan jamaah sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan daya saing industri haji dan umroh Indonesia.
Dalam kerja sama itu, BPKH Limited berperan sebagai Strategic Ecosystem Partner. Perusahaan tersebut akan memfasilitasi akses transportasi, termasuk Kereta Cepat Haramain, serta layanan logistik yang dibutuhkan jamaah selama berada di Arab Saudi.
"BPKH Limited juga akan memberikan masukan dalam pengembangan model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan ekosistem haji dan umroh serta berkolaborasi dalam merancang inovasi layanan baru," ujarnya.
Sementara itu, Umrohin akan menyediakan platform digital sebagai kanal promosi program BPKH Limited kepada calon jamaah Indonesia. Umrohin juga menangani pengembangan teknologi pendukung, integrasi antarsistem, layanan operasional digital, edukasi pengguna, dan dukungan teknis selama kerja sama berlangsung.
"Kerja sama dengan BPKH Limited ini menjadi langkah penting bagi Umrohin untuk terus memperkuat ekosistem digital haji dan umroh Indonesia, sekaligus memperluas konektivitas dengan penyedia layanan di Arab Saudi demi kenyamanan dan kemudahan jamaah Indonesia," kata Ryan.
PERUBAHAN LAYANAN HAJI DAN UMROH
Ryan mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan mendorong perubahan layanan haji dan umroh dari pola konvensional menuju ekosistem digital yang lebih terintegrasi dan mudah diakses. Dengan konektivitas yang lebih kuat antara penyedia layanan di Indonesia dan Arab Saudi, jamaah diharapkan mendapatkan layanan yang lebih terhubung sejak pendaftaran, persiapan keberangkatan, hingga pelaksanaan ibadah.
Meski demikian, MoU tersebut merupakan kesepahaman awal dan belum menjadi perjanjian yang mengikat secara hukum untuk transaksi komersial. Ketentuan yang mengikat dalam MoU meliputi kerahasiaan informasi, hak kekayaan intelektual, dan mekanisme penyelesaian perselisihan.
Adapun rincian teknis kerja sama, termasuk skema pembayaran, hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta indikator keberhasilan program, akan dituangkan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).
"Umrohin dan BPKH Limited selanjutnya akan menindaklanjuti kesepahaman tersebut menuju tahap implementasi konkret. Kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan manfaat langsung bagi calon jamaah haji dan umroh Indonesia melalui layanan yang semakin terintegrasi dan berbasis teknologi," pungkas Ryan. (E-2)


















































