Rangkaian LRT Jabodebek melaju memasuki Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (11/9/2025).(MI/Usman Iskandar)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh prasarana dan layanan operasional LRT Jabodebek berada dalam kondisi aman dan berjalan normal pascagempa bumi berkekuatan 5,9 SR yang mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9) pukul 04.23 WIB
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan setelah menerima informasi gempa, petugas di Operating Control Center (OCC) segera melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Pemantauan juga didukung oleh Seismic Detection Alarm System (SDAS) yang memberikan informasi terkait dampak getaran gempa terhadap prasarana.
“Setelah menerima informasi gempa, petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap prasarana LRT Jabodebek. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman,” ucap Radhitya.
Pemeriksaan mulai dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB, dan tidak ditemukan kerusakan maupun kondisi yang berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran operasional LRT Jabodebek.
“Petugas memastikan bahwa perjalanan LRT Jabodebek tetap dapat beroperasi normal,” terangnya.
SDAS merupakan salah satu sistem pendukung keselamatan yang digunakan dalam operasional LRT Jabodebek. Sistem tersebut membantu memberikan informasi dampak prasarana terhadap getaran gempa, sehingga dapat menjadi acuan petugas dalam melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
“LRT Jabodebek memastikan setiap informasi terkait gempa ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana. Keselamatan perjalanan dan pengguna menjadi prioritas dalam setiap kondisi,” tutup Radhitya.


















































