Forum Green Shipping 2026 di Jakarta.(MI/Despian Nurhidayat)
UPAYA transformasi menuju pelayaran rendah emisi di Indonesia terus diperkuat melalui Forum Diskusi dan Bimbingan Teknis Green Shipping 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 19 Agustus 2026 di Jakarta ini fokus pada akselerasi dekarbonisasi pelayaran domestik melalui efisiensi energi dan penggunaan bahan bakar rendah karbon.
Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkret guna mendukung agenda dekarbonisasi nasional. Hal ini sejalan dengan perkembangan IMO Net-Zero Framework yang menuntut sektor pelayaran global untuk mengelola emisi secara lebih terstruktur dan terukur.
Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi PT BKI (Persero), Arief Budi Permana, menegaskan bahwa dekarbonisasi harus dipandang sebagai spektrum transisi. Menurutnya, biodiesel merupakan opsi jangka pendek yang paling siap karena kompatibilitas infrastruktur, sementara e-methanol menjadi solusi jangka panjang yang menjanjikan.
"Di sinilah peran klasifikasi menjadi penting melalui penyusunan rules, kajian teknis, serta verifikasi emisi dalam kerangka CII, EEXI, dan SEEMP agar transisi berjalan aman dan terukur," ujar Arief dalam forum tersebut.
Pengelolaan emisi kini tidak hanya berfokus pada penggunaan bahan bakar di atas kapal, tetapi juga melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Metode ini mempertimbangkan emisi sepanjang siklus hidup bahan bakar, mulai dari produksi hingga distribusi, guna menentukan pilihan energi yang paling tepat secara berkelanjutan.
Selain bahan bakar, penguatan pemahaman mengenai Carbon Intensity Indicator (CII) menjadi prioritas untuk membantu pelaku industri mengukur kinerja efisiensi karbon kapal. Data yang akurat dari perhitungan CII diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kinerja operasional armada domestik.
Forum ini juga menjadi bagian dari penyusunan roadmap dekarbonisasi pelayaran domestik Indonesia. Penyusunan peta jalan tersebut memerlukan basis data yang kuat dan metodologi perhitungan yang valid sebagai fondasi kebijakan dan target implementasi di masa depan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini diharapkan menghasilkan kesamaan pandangan dan peningkatan kapasitas teknis peserta. Hasil diskusi akan didokumentasikan dalam Minutes of Meeting (MoM) sebagai dasar tindak lanjut menuju sistem transportasi laut yang lebih hijau dan efisien. (Z-10)


















































