GSI Dorong Sepak Bola Jadi Jembatan Sosial dan Pembinaan Talenta Muda

1 month ago 6
GSI Dorong Sepak Bola Jadi Jembatan Sosial dan Pembinaan Talenta Muda Ilustrasi(Dok istimewa )

GEOTHERMAL Soccer Indonesia (GSI) mendorong pemanfaatan sepak bola sebagai sarana pembinaan generasi muda sekaligus penguatan hubungan antara sektor energi panas bumi dan masyarakat. Pendekatan tersebut diperkenalkan GSI dalam rangkaian Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) ke-12 melalui sesi GeoTalk bertema "Sepak Bola sebagai Jembatan Sosial di Wilayah Panas Bumi". 

Ketua Geothermal Soccer Indonesia Carson Hakama mengatakan sepak bola dapat menjadi bagian dari program yang melibatkan masyarakat dan generasi muda di sekitar wilayah kerja panas bumi. 

"Pengembangan panas bumi bukan hanya tentang menghasilkan megawatt, tetapi juga membangun kepercayaan dan manfaat sosial. GSI ingin hadir sejak awal sebagai bagian dari masyarakat dengan mendengar, melibatkan generasi muda, dan menciptakan program sepak bola yang berkelanjutan," kata Carson dalam keterangan. 

Program GSI mencakup coaching clinic, pelatihan pelatih lokal, dukungan perlengkapan, kompetisi usia muda, serta jalur pembinaan talenta. Kegiatan tersebut juga disertai edukasi mengenai energi panas bumi, lingkungan, sportivitas, disiplin, dan pendidikan.

Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Tri Winarno menilai olahraga dapat menjadi instrumen dalam pembangunan manusia sekaligus membuka jalur prestasi bagi pemain muda. 

"Olahraga adalah instrumen pembangunan manusia. Coaching clinic dan pembinaan usia muda di wilayah panas bumi dapat menumbuhkan disiplin, kerja sama, pola hidup sehat, dan membuka jalur prestasi," ujar Tri. 

Menurut Tri, program GSI juga dapat menjadi sarana pencarian bakat pemain muda nasional dan edukasi mengenai panas bumi.

"GSI akan menjadi suatu terobosan baru untuk pencarian bakat pemain muda nasional sekaligus media paling tepat untuk mengedukasi energi panas bumi sebagai energi masa depan anak bangsa," katanya. 

Sementara itu, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM P. Hadi Wijaya menyebut pengembangan kompetisi sepak bola usia muda di sekitar wilayah kerja panas bumi dapat menjadi salah satu media untuk mempercepat pengembangan panas bumi sekaligus menemukan talenta muda. 

"Program pengembangan kompetisi sepak bola usia muda di lokasi sekitar WKP merupakan salah satu media yang dapat menciptakan simbiosis mutualisme dalam percepatan pengembangan panas bumi dan penemuan bibit muda atlet nasional," kata Hadi.

GSI juga menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, termasuk coaching clinic di wilayah panas bumi, pelatihan pelatih lokal, penyediaan perlengkapan, kompetisi usia muda, serta pembinaan berjenjang.

Selain itu, GSI berencana berkolaborasi dengan Persita sebagai salah satu wadah pengembangan bakat muda dari wilayah panas bumi dan mengikuti Indonesia Sports Summit 2026 pada 11-13 September mendatang. Melalui program tersebut, GSI ingin mempertemukan sektor energi, olahraga, pemerintah, industri, sekolah, akademi sepak bola, komunitas, dan masyarakat dalam pengembangan olahraga usia muda. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |