Gunung Anak Krakatau Alami Pertumbuhan Cepat, Ancaman Keruntuhan tidak Sebabkan Tsunami

5 days ago 2
Gunung Anak Krakatau Alami Pertumbuhan Cepat, Ancaman Keruntuhan tidak Sebabkan Tsunami Ilustrasi(Istimewa)

GUNUNG Anak Krakatau tengah mengalami dinamika pertumbuhan gunung api muda. Kondisi saat ini belum mengkhawatirkan atau bisa menjadi ancaman keruntuhan. 

"Pasalnya, ketinggian tubuhnya masih sekitar 150 meter. Dengan slop landai, jika terjadi runtuhan insya Allah tidak akan menyebabkan tsunami," ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi SS Rita Susilawati di Bandung, Selasa (15/9). 

Dia menambahkan, Gunung Anak Krakatau tengah mengalami pertumbuhan konstruktif yang terlihat cepat. Hal itu didorong oleh kombinasi sejumlah faktor, mulai dari tektonik regional karena posisinya berada di pertemuan lempeng, arsitektur sistem magma yang sudah terbentuk, serta karakteristik magma yang lebih encer, dan frekuensi erupsi yang sangat tinggi. 

Di Gunung Anak Krakatau, lanjutnya, ada pertemuan subduksi antarlempeng, sehingga membuat adanya perubahan arah mulai dari Sumatra ke Selat Sunda. 

"Ini membuka jalur magma, sehingga magma ini tanpa hambatan berarti bisa naik ke atas. Ini menyebabkan suhu magma sangat tinggi dan cair, sehingga meleleh dan cepat membentuk tubuh gunungnya," papar Rita. 

Menurutnya, sistem ini sudah terbuka. Hal itu menyebabkan Gunung Anak Krakatau mengalami pertumbuhan yang cepat. 

Rita memastikan Gunung Anak Krakatau telah kembeli pada tipe erupsi normalnya, yakni tipe strombolian, erupsinya sebentar-sebentar. Bahkan, dalam dua hari terakhir tidak ada erupsi. Erupsinya sudah selesai. 

"Ke depan, kami terus memonitor perkembangannya. Potensi erupsi masih ada, tapi jangan terlalu dikhawatirkan, karena ini memang bagian dari dinamika pertumbuhan Gunung Anak Krakatau. Ini gunung api muda yang sedang membentuk tubuhnya," tandasnya. (SG/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |