Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Kali, Status Siaga Level III

1 month ago 43
Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Kali, Status Siaga Level III Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terekam CCTV PVMBG pada Sabtu (22/8/2026) pukul 18.00 WIB.(PVMBG)

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik signifikan pada Gunung Anak Krakatau yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pada Sabtu (22/8), gunung api aktif tersebut tercatat mengalami letusan sebanyak sembilan kali dalam kurun waktu enam jam.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, mengonfirmasi bahwa rangkaian erupsi tersebut terjadi mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Ketinggian kolom abu yang dihasilkan bervariasi, berkisar antara 200 hingga 400 meter di atas puncak kawah.

"Gunung Anak Krakatau teramati 9 kali letusan dengan tinggi 200-400 meter. Asap berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal," ujar Suwarno dalam keterangan resminya, Sabtu.

Data Teknis Aktivitas Vulkanik

Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas vulkanik ini menunjukkan fluktuasi yang cukup tinggi. Berikut adalah rincian data teknis erupsi yang terekam oleh PVMBG:

Parameter Detail Aktivitas
Jumlah Letusan 9 Kali
Tinggi Kolom Erupsi 200 - 400 Meter
Warna Asap Kelabu hingga Hitam (Tebal)
Amplitudo Tremor 2 - 47 milimeter
Durasi Gempa 7 hingga 1.590 detik
Status Gunung Level III (Siaga)

Rekomendasi dan Mitigasi

Peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi sejak awal Juli telah menjadi dasar bagi Badan Geologi untuk menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga). Suwarno menegaskan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi mengingat kondisi gunung yang masih fluktuatif.

Terkait kondisi tersebut, otoritas vulkanologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi keselamatan publik:

  • Radius Aman: Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius dua kilometer.
  • Aktivitas Nelayan: Nelayan yang beroperasi di perairan Selat Sunda diminta untuk waspada dan terus memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung serta kondisi cuaca sebelum melaut.
  • Informasi Terverifikasi: Warga diimbau untuk tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan hanya merujuk pada data resmi dari PVMBG, Badan Geologi, atau BPBD setempat.

Hingga saat ini, tim ahli terus melakukan pemantauan intensif baik secara visual maupun melalui peralatan instrumental di pos pantau guna mendeteksi perkembangan aktivitas vulkanik secara berkelanjutan. (Ant/I-1) Lampung Selatan, Selat Sunda

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |