Gunung Lewotolok Erupsi lagi, Kolom Abu Capai 400 Meter

6 days ago 3
Gunung Lewotolok Erupsi lagi, Kolom Abu Capai 400 Meter Erupsi Gunung Lewotolok pada Senin (14/9).(Dok Magma Indonesia)

GUNUNG Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan masih mengalami erupsi dengan intensitas aktivitas yang cukup tinggi. Berdasarkan pengamatan terbaru pada Senin (14/9), ketinggian kolom abu kembali menunjukkan peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, melaporkan bahwa erupsi terbaru terjadi pada pukul 09.14 Wita. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.823 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan teramati condong ke arah barat. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 50 detik," ujar Nanda dalam keterangannya, Senin (14/9).

Fluktuasi Aktivitas Erupsi

Peningkatan ketinggian kolom abu pada Senin pagi ini terjadi setelah sempat mengalami penurunan. Pada pengamatan Minggu (13/9), semburan material vulkanik tercatat maksimal hanya setinggi 200 meter di atas puncak.

Dalam periode pengamatan 24 jam pada Minggu tersebut, terekam sebanyak 336 kali erupsi. Semburan material berwarna putih hingga kelabu terpantau pada ketinggian 50-200 meter, disertai asap kawah bertekanan lemah setinggi 10-50 meter.

"Erupsi masih terekam dengan intensitas suara gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang," tambah Nanda. Sebagai perbandingan, pada Sabtu (12/9), ketinggian semburan erupsi sempat mencapai angka 300-700 meter.

Data Kegempaan dan Aliran Lava

Selain aktivitas erupsi visual, kegempaan di Gunung Lewotolok juga masih sangat aktif. Data mencatat ada 336 kali gempa erupsi, 64 kali gempa embusan, 28 kali tremor nonharmonik, serta sejumlah gempa vulkanik dangkal, dalam, dan tektonik jauh.

Petugas juga memantau aliran lava yang masih bergerak mengarah ke sektor tenggara. Jarak luncur aliran lava tersebut diperkirakan mencapai 300-500 meter dari bibir kawah.

Rekomendasi Keamanan

Hingga saat ini, Gunung Lewotolok masih ditetapkan pada Level II (Waspada). Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan:

  • Dilarang melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
  • Radius larangan diperluas hingga tiga kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
  • Mewaspadai potensi guguran batu, aliran lava, serta awan panas pada sektor selatan-tenggara, barat, dan timur laut.
  • Warga yang beraktivitas di luar ruangan wajib menggunakan masker serta pelindung mata dan kulit guna menghindari dampak buruk abu vulkanik.

Pemerintah daerah dan petugas pengamatan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara intensif guna meminimalisasi risiko bagi penduduk di sekitar lereng gunung. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |