Gus Ipul Ungkap Alasan Lokasi Muktamar NU di Ponpres Bahlul Ulum Tambakberas

3 weeks ago 11
Gus Ipul Ungkap Alasan Lokasi Muktamar NU di Ponpres Bahlul Ulum Tambakberas Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8)(Antara Foto)

KETUA Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf mengatakan pelaksanaan Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum untuk kembali kepada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU.

“Muktamar ini adalah Muktamar NU pertama di abad kedua. Seperti ada yang menuntun kita untuk kembali ke pangkuan para muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama,” kata Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam pembukaan Muktamar Ke-35 NU yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jombang, Kamis (27/8).

Pemilihan lokasi Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang punya makna tersendiri. Ia mengatakan pesantren tersebut didirikan salah satu pendiri dan penggerak utama NU, K.H. Abdul Wahab Hasbullah.

Gus Ipul mengungkapkan lokasi muktamar  NU baru ditetapkan pada 50 hari sebelum pelaksanaan. Panitia punya waktu yang singkat untuk persiapan.

Ia menyebut panitia  menyiapkan sistem berbasis cip untuk registrasi peserta muktamar NU, identifikasi, pemantauan kehadiran, dan pengaturan akses ruang sidang.

“Kita memasang lebih dari 150 CCTV,” kata dia. 

Gus Ipul menyebut Muktamar NU menggerakkan ekonomi masyarakat setempat karena adanya UMKM dan bazaar. 

Untuk membantu mobilitas para kiai, panitia mendapat bantuan 200 becak listrik selama Muktamar NU. Gus Ipul menyebut kendaraan tersebut merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Muktamar Ke-35 NU diikuti 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), lebih dari 550 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta 33 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU). Para peserta akan mengikuti lima sidang pleno dan enam sidang komisi.

Diperkirakan ada 50.000 rombongan Nahdliyin dari berbagai daerah hadir di muktamar NU.

“Di situlah kekuatan Nahdlatul Ulama terasa. Bukan semata-mata kekuatan struktur, bukan hanya kekuatan jumlah, tetapi kekuatan cinta, khidmat, gotong royong dan keikhlasan,” tukas dia. (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |