Gus Kikin Diminta Putus Rantai Konflik di Internal PBNU

1 week ago 5
Gus Kikin Diminta Putus Rantai Konflik di Internal PBNU Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kedua kanan) menandatangani pakta integritas usai ditetapkan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul U(ANTARA/Syaiful Arif)

Tokoh Muda Nahdlatul Ulama, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), meminta Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) memutus mata rantai konflik internal serta membersihkan kepengurusan dari figur yang memiliki rekam jejak bermasalah.

Gus Lilur menegaskan momentum transisi kepemimpinan PBNU pasca-Muktamar harus dijadikan ajang evaluasi total, terutama terkait kultur transaksional dan kasus hukum yang sempat mencoreng marwah organisasi pada periode sebelumnya.

Ia mencontohkan kasus mantan Bendahara Umum PBNU, Mardani H. Maming, yang terseret perkara hukum hingga dinonaktifkan pada 2022. Pengalaman tersebut, menurutnya, harus menjadi pelajaran berharga dalam menyusun struktur kepengurusan baru.

"Gus Kikin harus berani melakukan reformasi. Jangan sampai orang-orang yang selama ini menjadi sumber konflik justru kembali mendapatkan ruang strategis. Yang harus dibuang adalah kultur konfliknya, praktik transaksionalnya, dan orang-orang yang terbukti menjadi aktor konflik," ujar Gus Lilur , Jumat (11/9/2026).

Selain itu, Gus Lilur mengingatkan PBNU agar menerapkan prinsip kehati-hatian terhadap figur-figur yang namanya tengah disorot dalam pusaran kasus hukum. Menurutnya, PBNU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia wajib memegang standar etik yang lebih tinggi dari sekadar standar legal formal.

"Ini bukan soal menyatakan seseorang bersalah sebelum ada putusan hukum. Tetapi PBNU tidak boleh dijadikan tempat berlindung dari persoalan hukum. Jika ada figur yang sedang menghadapi dugaan persoalan hukum, organisasi sebaiknya menjaga jarak sampai ada kejelasan," tegasnya.

Gus Lilur menilai Gus Kikin memiliki peluang besar untuk mengakhiri faksionalisme dan membawa PBNU menjadi lembaga yang lebih profesional, terbuka, serta fokus pada pengabdian kepada warga nahdliyin.

"Gus Kikin jangan menjadi penerus konflik. Jadilah pemutus mata rantai konflik agar PBNU kembali menjadi rumah bersama yang teduh," pungkas Gus Lilur.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |