Pemerintah Kota Bandung terus memantu stok dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.(MI/NAVIANDRI)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung memastikan kondisi pasokan pangan secara umum masih aman. Namun, kenaikan harga daging ayam menjadi perhatian serius karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber protein utama bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, dari sejumlah bahan pangan yang dipantau, daging ayam menjadi komoditas yang mengalami persoalan harga paling menonjol. Saat ini, harga daging ayam bahkan telah menembus lebih dari Rp40.000 per kilogram.
“Yang bermasalah saat ini harus diakui adalah harga daging ayam. Daging ayam ini penting karena daging ayam adalah sumber protein kedua terbesar untuk warga Kota Bandung setelah telur ayam,” ungkapnya Kamis (27/8).
Dia menyebut harga telur ayam hingga kini masih dapat terjaga dengan baik. Sementara kenaikan harga daging ayam diduga berkaitan dengan persoalan distribusi di tingkat hulu.
Untuk memastikan penyebabnya, Farhan telah menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung melacak rantai pasok daging ayam.
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk melacak kenapa daging ayam bisa naik sampai di atas harga Rp40.000,” terangnya.
Menurut dia, kenaikan harga ayam mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Warga yang sebelumnya dapat mengonsumsi ayam setiap hari kini terpaksa mengurangi frekuensi pembelian.
“Kelihatan banyak yang mengangguk-angguk di sini karena tiba-tiba yang biasanya tiap hari bisa makan ayam, sekarang seminggu tiga kali. Jadi kita akan upayakan supaya ayam bisa terjangkau lagi harganya,” imbuhnya.
BERAS AMAN
Pada komoditas yang lain, Farhan memastikan ketersediaan beras masih aman. Kondisi stok beras perlu dilihat secara keseluruhan, termasuk pasokan yang dijamin melalui Bulog. Bulog memiliki tanggung jawab terhadap sekitar 30% distribusi beras. Pasokan tersebut dipastikan dapat diakses oleh masyarakat Kota Bandung.
Farhan menyebut, masyarakat yang menginginkan beras dengan kualitas tertentu harus mengikuti mekanisme pasar karena tidak seluruh jenis beras berada dalam skema distribusi yang dijamin Bulog.
Selain Bulog, pasokan pangan Kota Bandung juga berasal dari berbagai daerah di luar kota. Terdapat sekitar 16 provinsi yang menjadi pemasok kebutuhan pangan masyarakat Kota Bandung.


















































