Data harga berdasarkan pantauan lapangan di Kabupaten Pidie per 14 September 2026. Kondisi cuaca panas dilaporkan menjadi faktor utama kegagalan panen petani lokal.(Dok.)
PEMILIK usaha warung nasi dan ibu rumah tangga di Provinsi Aceh mulai resah akibat lonjakan harga berbagai jenis cabai sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga bumbu dapur ini dipicu oleh menipisnya stok di pasaran serta berkurangnya pasokan dari petani lokal, sementara permintaan konsumen sedang berada di titik tertinggi.
Lonjakan permintaan ini bertepatan dengan musim kenduri maulid yang berlangsung sejak 12 Rabiul Awal 1448 H (25 Agustus 2026) hingga tiga bulan ke depan. Tradisi warga Aceh yang membeli cabai dalam jumlah besar untuk keperluan kenduri memperparah kondisi kelangkaan barang di pasar.
Berdasarkan amatan di pusat pasar sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, pada Minggu dan Senin (14/9), kenaikan harga terjadi secara signifikan pada semua jenis cabai, baik kualitas super maupun standar.
Daftar Kenaikan Harga Cabai di Pasar Pante Teungoh, Sigli
| Cabai Merah | Super | Rp 45.000 | Rp 60.000 |
| Standar | Rp 35.000 | Rp 50.000 | |
| Cabai Hijau | Super | Rp 45.000 | Rp 55.000 |
| Standar | Rp 40.000 | Rp 45.000 | |
| Cabai Rawit | Super | Rp 50.000 | Rp 65.000 |
| Standar | Rp 45.000 | Rp 55.000 |
"Semua jenis cabai harganya tinggi. Kalau sebelumnya sekali belanja 1 hingga 2 kilo untuk kebutuhan satu pekan, sekarang harus menghemat cukup setengah kilo saja," tutur Nur Baitu, seorang ibu rumah tangga di Sigli kepada Media Indonesia Selasa (15/9/2026).
Fajri, salah satu pedagang di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa pasokan barang berkurang drastis akibat krisis panen di tingkat petani lokal Aceh. Cuaca panas ekstrem di wilayah Kabupaten Pidie menyebabkan banyak lahan cabai mengalami penurunan produksi.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya tanaman cabai yang mengalami gagal produksi atau puso. Ridwan, seorang petani cabai di Kecamatan Indrajaya, menjelaskan bahwa suhu yang sangat panas telah mengganggu pertumbuhan batang dan kesuburan daun, sehingga tanaman menjadi kerdil dan tidak berbuah maksimal. (MR/I-1)
Data harga berdasarkan pantauan lapangan di Kabupaten Pidie per 14 September 2026. Kondisi cuaca panas dilaporkan menjadi faktor utama kegagalan panen petani lokal.


















































