Harga Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS

1 week ago 4
Harga Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS Rupiah ditutup melemah ke Rp17.611 per dolar AS.(Dok. Antara)

RUPIAH ditutup melemah 64 poin di level Rp17.611 per dolar AS pada perdagangan Jumat (11/9), dipicu oleh gejolak harga minyak mentah dunia yang melampaui US$100 per barel. Angka ini merosot dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.547 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan untuk perdagangan Senin (14/9) mendatang, Rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di rentang Rp17.610 hingga Rp17.650 per dolar AS. Sementara untuk sepekan ke depan, mata uang domestik diperkirakan berada di kisaran Rp17.500 hingga Rp17.850.

Ibrahim menjelaskan bahwa posisi Indonesia sebagai importir neto minyak menjadi tantangan berat bagi ketahanan fiskal. Lonjakan harga minyak mentah di atas asumsi makro APBN (ICP) secara otomatis membengkakkan alokasi anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi, seperti Pertalite, Solar, dan LPG 3 Kg.

"Dampak utama dan beban fiskal yang muncul adalah pembengkakan subsidi, yang membuat beban APBN meningkat dan memicu risiko defisit," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Sebagai importir neto, Indonesia harus mengimpor minyak dalam jumlah besar menggunakan dolar AS. Tingginya harga komoditas ini menyebabkan kebutuhan akan mata uang asing melonjak tajam, yang pada akhirnya menekan nilai tukar Rupiah dan berisiko memicu imported inflation atau inflasi barang impor.

Pemerintah kini dihadapkan pada dilema kebijakan. Mempertahankan subsidi BBM berisiko menjebol anggaran fiskal, namun menaikkan harga BBM di tingkat eceran dapat memicu inflasi tinggi yang menurunkan daya beli masyarakat serta memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Meskipun Indonesia mendapat keuntungan dari kenaikan harga komoditas ekspor lain seperti batu bara dan CPO (windfall revenue), Ibrahim menilai pendapatan tersebut sering kali tidak cukup untuk menutup kerugian akibat tingginya biaya impor minyak mentah. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |