Hari Keempat Pencarian Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Area Penyisiran

1 week ago 7
Hari Keempat Pencarian Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Area Penyisiran KRI Leuser-924 melintas saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).(ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)

MEMASUKI hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran hingga mencakup 3.243,7 nautical mile persegi guna menemukan lima jurnalis dan tiga awak dan pemandu kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Area pencarian yang dibagi menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus tersebut diperkuat armada udara dan laut, termasuk KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, hingga dukungan dua unit drone thermal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa perluasan area operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pergerakan arus dan perkembangan situasi terkini di lapangan.

"Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan," ujar Al Amrad, Jumat (11/9).

Operasi pencarian masif ini melibatkan sinergi lintas lembaga yang mencakup unsur Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, relawan, hingga bantuan tenaga psikologis untuk mendampingi pihak keluarga.

Adapun delapan korban yang masih terus diupayakan pencariannya meliputi tiga awak dan pemandu kapal, yakni Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/pemandu), serta lima orang jurnalis foto, yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas).

Al Amrad menegaskan, kendati kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dinamis dengan kecepatan angin mencapai 10–20 knot dan ketinggian gelombang hingga 2,5 meter, proses penyisiran akan terus dimaksimalkan dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel di lapangan.

MEMASUKI hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran hingga mencakup 3.243,7 nautical mile persegi guna menemukan lima jurnalis dan tiga awak dan pemandu kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Area pencarian yang dibagi menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus tersebut diperkuat armada udara dan laut, termasuk KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, hingga dukungan dua unit drone thermal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa perluasan area operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pergerakan arus dan perkembangan situasi terkini di lapangan.

"Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan," ujar Al Amrad, Jumat (11/9).

Operasi pencarian masif ini melibatkan sinergi lintas lembaga yang mencakup unsur Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, relawan, hingga bantuan tenaga psikologis untuk mendampingi pihak keluarga.

Adapun delapan korban yang masih terus diupayakan pencariannya meliputi tiga awak dan pemandu kapal, yakni Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/pemandu), serta lima orang jurnalis foto, yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas).

Al Amrad menegaskan, kendati kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dinamis dengan kecepatan angin mencapai 10–20 knot dan ketinggian gelombang hingga 2,5 meter, proses penyisiran akan terus dimaksimalkan dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel di lapangan.

(P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |