Hasil Lab Keracunan Makan Bergizi Gratis Sidoarjo: Satu Sampel Positif Bakteri

1 week ago 5
 Satu Sampel Positif Bakteri Ilustrasi: Keracunan MBG.(MI/Heri Susetyo)

PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo mengonfirmasi temuan awal terkait kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, ditemukan adanya kontaminasi bakteri pada salah satu sampel yang diperiksa.

Plh Sekda Sidoarjo sekaligus Ketua Satgas MBG Sidoarjo, M. Ainur Rahman, menyatakan bahwa hasil laboratorium ini telah keluar pada Jumat (11/9/2026). Meski demikian, pihak pemerintah daerah belum merinci secara spesifik jenis bakteri maupun jenis menu makanan yang teridentifikasi positif tersebut.

"Hasil lab sudah keluar dan ada satu sampel yang positif terkontaminasi," ujar Ainur dalam keterangannya. Ia menegaskan bahwa temuan ini akan menjadi bahan pendukung penyelidikan yang saat ini tengah ditangani oleh Polresta Sidoarjo.

Data Korban dan Investigasi Lanjutan

Kasus keracunan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam ini mencatat angka korban yang cukup besar. Tim medis Pemkab Sidoarjo melaporkan lebih dari 700 santri sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Data Kasus Keracunan MBG Sidoarjo:

  • Total Korban Awal: >700 Santri
  • Korban Gejala Susulan (Sepekan Kemudian): >100 Santri
  • Lokasi Terdampak: Ponpes Manba'ul Hikam & 18 Sekolah
  • Status Sampel: 1 Sampel Positif Bakteri

Ainur menjelaskan bahwa investigasi masih terus berjalan untuk mendalami potensi sumber kontaminasi lainnya, termasuk kualitas air, bahan baku, hingga kebersihan lingkungan dapur. Munculnya kembali gejala keracunan pada lebih dari 100 santri sepekan setelah kejadian pertama diduga dipengaruhi oleh perbedaan daya tahan tubuh pasien dan tingkat kepatuhan konsumsi obat.

Evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Buntut dari insiden ini, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang menyuplai makanan ke para santri resmi dihentikan. Distribusi makanan MBG untuk 18 sekolah lainnya juga ditangguhkan sementara waktu. Saat ini, kebutuhan konsumsi santri dialihkan ke dapur internal pondok pesantren.

Pemkab Sidoarjo juga menyoroti legalitas operasional penyedia makanan. Tercatat sebanyak 21 SPPG di wilayah Sidoarjo ternyata belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), meskipun tetap beroperasi di bawah izin Badan Gizi Nasional (BGN).

Kategori Evaluasi Status / Tindakan
SPPG Kalitengah Operasional Dihentikan Resmi
Legalitas Sanitasi 21 SPPG Belum Memiliki SLHS
Rekomendasi Pemkab Hentikan SPPG tanpa SLHS hingga memenuhi kualifikasi
Status Program MBG Berlanjut dengan Evaluasi Menyeluruh

Pemkab Sidoarjo menegaskan tidak akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis secara total, namun menuntut perbaikan standar sanitasi yang ketat. Keputusan akhir mengenai penyebab pasti keracunan massal ini masih menunggu hasil sinkronisasi antara uji lab pemkab dengan pemeriksaan forensik dari pihak kepolisian. (HS/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |