Hingga Juli 2026, angkutan ritel meningkat 15% dibandingkan periode yang sama pada 2025.(Dok.KAI Logistik)
BISNIS angkutan ritel melalui moda Kereta Api (KA) menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, layanan tersebut telah melayani lebih dari 2 juta kiriman dengan total volume mencapai sekitar 41.980 ton. Volume tersebut meningkat 15% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 36.367 ton. Pertumbuhan layanan KAI Logistik (Kalog) Ekpress ini, menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang mudah diakses, andal, serta memiliki konektivitas antardaerah.
"Pertumbuhan angkutan ritel hingga Juli 2026 menjadi salah satu indikator positif terhadap peningkatan kebutuhan masyarakat atas layanan logistik dengan jaringan yang luas. Kami melihat momentum ini sebagai peluang untuk terus memperkuat kualitas layanan sekaligus menghadirkan solusi logistik yang semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ungkap VP of Commercial Kalog, Ferdian Pardosi kemarin.
Menurut Ferdian, dari keseluruhan layanan, paket masih menjadi komoditas dengan volume pengiriman terbesar. Hingga Juli 2026, Kalog Express mencatat sekitar 1,78 juta kiriman paket. Selain paket, pengiriman hewan tercatat sekitar 107 ribu kiriman, sedangkan pengiriman sepeda motor mencapai sekitar 88 ribu unit. Volume pengiriman sepeda motor tertinggi terjadi pada Juli 2026. Peningkatan pengiriman sepeda motor turut dipengaruhi mobilisasi masyarakat seiring dimulainya tahun ajaran baru di perguruan tinggi. Kinerja tersebut sekaligus menunjukkan penguatan segmen kurir memasuki semester II 2026.
"Pada Juli 2026, jumlah pengiriman berbagai komoditas utama tumbuh rata-rata sekitar 15% dibandingkan periode sebelumnya. Tren tersebut memperlihatkan bahwa permintaan terhadap layanan ritel tidak hanya bertumpu pada pengiriman paket, tetapi juga semakin beragam sesuai kebutuhan masyarakat,” paparnya.
PERTUMBUHAN ANGKUTAN RITEL
Ferdian menyebut, pertumbuhan bisnis angkutan ritel sejalan dengan prospek industri Courier, Express and Parcel (CEP) di Indonesia. Industri tersebut diproyeksikan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,12% selama periode 2026-2031. Proyeksi tersebut dinilai membuka ruang bagi perseroan untuk terus mengembangkan bisnis angkutan ritel.
Salah satu modal utama perusahaan adalah jaringan KA yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. Keunggulan jaringan KA yang menghubungkan berbagai wilayah menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadirkan layanan logistik yang efisien dan terintegrasi.
"Ke depan, kami akan memperkuat konektivitas dan kapasitas layanan sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Kalog Express sebagai bagian dari solusi mobilitas logistik masyarakat," jelasnya.
Ferdian menambahkan, peningkatan kinerja pada awal semester II 2026 menjadi modal optimisme bagi perusahaan untuk terus memperkuat bisnis angkutan ritel. Pertumbuhan tersebut sekaligus diharapkan dapat mendukung ekosistem logistik nasional yang semakin dinamis.(E-2)


















































