Karhutla.(Antara)
JUMLAH titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Menteri Kehutanan menyebut jumlah hotspot naik dari 41 titik menjadi 72 titik.
“Kita patut untuk berhati-hati di Kalimantan Timur ini, karena angka hotspot-nya dari hari demi hari terus meningkat. Dari 41, 44, 58, kemarin, sekarang 72,” ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kalimantan Timur, Senin (14/9).
Ia menegaskan, peningkatan hotspot tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, meski tidak seluruh hotspot terkonfirmasi sebagai titik kebakaran, keberadaannya tetap perlu diperiksa di lapangan. “Meskipun hotspot tidak selalu menjadi fire spot. Jadi perlu dicek di lapangan. Namun tren ini tentu ada seperti warning kepada kita,” katanya.
Berdasarkan pemantauan pemerintah, hotspot terbesar berada di Kabupaten Berau. Jumlahnya meningkat dari 16 titik menjadi 25 titik. Sementara itu, di Kabupaten Paser jumlah hotspot turun dari 16 menjadi 15 titik dan di Kutai Kartanegara meningkat dari 11 menjadi 15 titik.
Raja Juli meminta seluruh pihak meningkatkan pengawasan terhadap kawasan dan lahan di Kaltim. Ia berharap peningkatan tersebut tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. “Semua pihak turun ke lapangan untuk lebih hati-hati, menjaga kawasan dan lahan kita,” ujarnya.
Pemerintah juga mendorong Kaltim menjadi contoh dalam pengendalian karhutla. Kondisi lahan di Kaltim dinilai relatif berbeda dengan enam provinsi prioritas karhutla yang mayoritas memiliki lahan gambut. “Namun demikian, bukan membuat kita berleha-leha atau tidak waspada. Justru Kaltim harus menjadi percontohan yang baik,” kata dia.
Ia berharap penanganan yang dilakukan seluruh pihak dapat menekan kebakaran hingga tidak ada lagi titik karhutla di Kaltim. (Ata/P-3)


















































