Vice President Director TCP Internusa Suhartono Widjojo.(Dok. MI)
PENGEMBANG properti TCP Internusa mengalokasikan sekitar 56 persen dari total lahan proyek hunian terbarunya di Serpong, Tangerang Selatan, untuk kawasan nonbangunan dan ruang hijau. Dari total lahan 2,2 hektare, tingkat tutupan bangunan (building coverage) dibatasi sebesar 44 persen.
Vice President Director TCP Internusa Suhartono Widjojo mengatakan, kawasan tersebut dirancang dengan lima taman tematik yang akan ditanami sebanyak 151.468 tanaman dari 35 jenis spesies.
“Sisanya akan didedikasikan untuk menghidupkan ekosistem hijau yang menaungi 151.468 tanaman dari 35 jenis spesies yang berbeda serta tersebar ke dalam lima taman tematik,” kata Suhartono di Tangerang Selatan, Sabtu (22/8).
Salah satu area yang disiapkan adalah urban forest seluas sekitar 2.500 meter persegi. Pengembang juga merancang jalur joging sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan lima area taman dalam kawasan tersebut.
Sejumlah tanaman akan disesuaikan dengan karakter masing-masing area. Di pintu masuk, misalnya, terdapat kawasan Terra Verde dan kolam Vanda Exotica yang menggunakan anggrek Vanda Douglas, flora yang menjadi maskot Kota Tangerang Selatan.
Sementara itu, area lainnya mencakup Green Aesthetica dan Parc Celebrita. Area terakhir direncanakan menjadi pusat kegiatan warga dengan fasilitas kolam renang, ruang multiguna, dan musala.
Suhartono mengatakan konsep tersebut diterapkan dalam proyek Edenhaus Serpong yang dikembangkan dengan nilai investasi sekitar Rp240 miliar. Sebanyak 113 unit rumah akan dibangun di dalam kawasan tersebut.
Hunian yang dibangun terdiri atas empat tipe dengan luas bangunan mulai 47 meter persegi hingga 102 meter persegi dan luas tanah antara 60 hingga 84 meter persegi. Seluruh tipe dirancang memiliki tiga kamar tidur.
Menurut Suhartono, pengembangan proyek tersebut menyasar kebutuhan rumah dengan ukuran yang lebih ringkas di tengah kawasan perkotaan yang telah memiliki berbagai infrastruktur dan fasilitas penunjang.
Pengembang menargetkan seluruh unit yang dibangun dapat diselesaikan dan diserahterimakan dalam waktu 12 bulan.
Proyek tersebut merupakan pengembangan terbaru TCP Internusa setelah sebelumnya mengembangkan Edenhaus Simatupang di Jakarta Selatan. Berbeda dengan proyek sebelumnya yang berada pada segmen harga Rp6 miliar hingga Rp10 miliar, hunian di Serpong dipasarkan pada kisaran Rp1,2 miliar hingga Rp2,2 miliar. (Z-10)


















































