Ibu PKK di Banjar Cetak Peluang Usaha Lewat Keripik Labu

1 month ago 9
Ibu PKK di Banjar Cetak Peluang Usaha Lewat Keripik Labu Anggota PKK Desa Sungai Batang Ilir, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, melihat demonstrasi penggunaan mesin vacuum frying dan spinner.(MI/HO)

SEBANYAK 21 ibu anggota PKK di Desa Sungai Batang Ilir, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, kini memiliki keterampilan baru dalam mengolah hasil bumi. Selama tiga bulan terakhir, mereka mengikuti pelatihan intensif untuk mengubah labu menjadi keripik renyah yang bernilai ekonomi tinggi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Inovasi Teknologi Pengolahan

Tim pengabdian dari Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membawa pendekatan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk. Para peserta tidak hanya diajarkan cara memasak konvensional, tetapi juga diperkenalkan dengan perangkat modern untuk menjaga kualitas nutrisi dan kerenyahan produk.

Alat/Teknologi Fungsi dalam Produksi
Freezer Tahap persiapan bahan baku agar tekstur labu stabil saat diproses.
Vacuum Frying Menggoreng labu dengan suhu rendah untuk menjaga warna, rasa, dan nutrisi.
Mesin Spinner Meniriskan minyak secara maksimal agar keripik lebih tahan lama dan renyah.
Standing Pouch Kemasan modern agar produk siap dipasarkan di toko atau swalayan.

Ketua tim pengabdian, Nazhipah Isnani, menjelaskan bahwa pemilihan labu didasari oleh melimpahnya komoditas tersebut di pekarangan warga Desa Sungai Batang Ilir. Namun, selama ini pemanfaatannya hanya sebatas direbus atau dikukus.

“Labu merupakan komoditas yang cukup mudah didapatkan di sini. Jika diolah menjadi keripik, produk ini memiliki rasa yang enak dan bisa menjadi peluang usaha,” ujar Nazhipah, dikutip Kamis (20/8/2026).

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dari edukasi sebelumnya mengenai manfaat labu sebagai pangan fungsional bagi kesehatan.

Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital

Selain aspek produksi, tim ULM juga membekali ibu-ibu PKK dengan kemampuan manajerial. Satrio Wibowo Rahmatullah, anggota tim pengabdian, menyoroti pentingnya tertib administrasi keuangan bagi kelompok usaha kecil.

“Kami sering menemukan kelompok usaha yang kesulitan karena pencatatan keuangan kurang tertib. Kami memberikan contoh buku catatan sederhana agar arus pemasukan dan pengeluaran terpantau jelas,” kata Satrio.

Tidak berhenti di situ, para peserta juga mulai dikenalkan dengan dunia pemasaran digital. Mengingat sebagian besar ibu-ibu sudah memiliki smartphone, tim ULM mendorong penggunaan platform seperti WhatsApp dan Instagram untuk memperluas jangkauan pasar di luar desa.

Nazhipah berharap program ini memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga. “Harapan kami, ibu-ibu tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Produk keripik labu ini masih bisa terus dikembangkan, baik dari sisi variasi rasa maupun kemasan agar usaha ini berjalan berkelanjutan,” pungkasnya. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |