Program Makan Bergizi Gratis (MBG).(Dok. Antara)
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimasak dan disajikan langsung di kantin sekolah. Langkah ini dinilai lebih efektif menjamin keamanan pangan dibandingkan prosedur formalitas seperti meminta guru mencicipi makanan sebelum dibagikan.
Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa standar keamanan pangan merupakan hal krusial yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, penyajian langsung dari kantin sekolah memastikan makanan tetap hangat dan segar saat dikonsumsi oleh siswa.
"Standar keamanan pangan itu sangat ketat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar Piprim dilansir dari Antara Jumat (11/9).
Ia menambahkan, konsep penyajian di sekolah juga memungkinkan makanan dibentuk sesuai selera anak, misalnya melalui sistem prasmanan, agar lebih menggugah selera.
Usulan ini muncul sebagai respons atas berulangnya kasus keracunan pangan dalam pelaksanaan program nasional tersebut. Piprim menekankan bahwa niat mulia memberikan gizi tambahan harus dibarengi dengan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional di lapangan guna melindungi kesehatan anak.
Senada dengan hal tersebut, Damayanti Rusli dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI menjelaskan bahwa risiko keracunan berasal dari dua faktor utama yakni food-based hazard (paparan kimia, bakteri, jamur) dan faktor perilaku pengolah makanan.
Damayanti mencontohkan kesalahan fatal seperti mencampur bahan mentah dengan makanan matang, suhu penyimpanan yang salah, hingga proses pencucian bahan yang tidak bersih. Ia mengingatkan bahwa anak-anak di bawah usia lima tahun dan kelompok dengan daya tahan tubuh rendah sangat rentan terhadap dampak fatal keracunan pangan.
Berdasarkan data WHO, satu dari sepuluh orang di dunia mengalami keracunan makanan setiap tahunnya. IDAI merekomendasikan pemerintah untuk meninjau ulang konsep distribusi MBG secara objektif demi memastikan keselamatan peserta didik di seluruh Indonesia. (Ant/Z-10)


















































