Keluarga para penumpang yang terdampak meminta informasi di tengah operasi penyelamatan yang sedang berlangsung di kapal feri Virgo Transport 8 yang nahas, di Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya pada 13 September 2026.(AFP)
POLDA Kalimantan Selatan resmi membuka layanan post mortem dan ante mortem untuk mendukung proses identifikasi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa.
"Mulai malam ini juga kami buka layanan bagi keluarga untuk pengumpulan data," ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Banjarmasin AKBP dr. M Ihsan Wahyudi di Banjarmasin, Minggu malam.
Fasilitas posko pelayanan ini dipusatkan di area samping kiri gedung terminal Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Pihak kepolisian mengimbau keluarga penumpang yang hingga kini belum ditemukan untuk datang dan menyerahkan data diri korban guna mendukung alur identifikasi.
Ihsan menguraikan sejumlah dokumen dan data spesifik yang sangat berguna bagi tim medis dalam mengenali identitas jenazah. Data tersebut antara lain dokumen identitas seperti ijazah atau KTP untuk keperluan pemeriksaan sidik jari, serta dokumen visual berupa foto korban.
"Nantinya semua data dari pihak keluarga ini kami cocokkan dengan jasad korban jika nanti ditemukan," jelas Ihsan.
Guna memastikan keakuratan proses identifikasi, penanganan dilakukan langsung oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan. Tim ini terdiri dari personel RS Bhayangkara Banjarmasin dan Biddokkes Polda Kalsel, yang juga mendapat dukungan penuh dari unsur kesehatan TNI serta tim kesehatan Satbrimob.
Berdasarkan data konfirmasi dari Basarnas, tim SAR gabungan hingga saat ini telah mengevakuasi sebanyak 113 penumpang dari total 243 orang yang diangkut oleh Kapal Virgo Transport 8 dalam pelayaran rute Surabaya menuju Banjarmasin.
Dari total korban yang berhasil dievakuasi tersebut, sebanyak 107 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 130 penumpang lainnya masih terus diupayakan dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan di titik lokasi kejadian. (Antara/Z-2)


















































