Ilustrasi(Dok Basarnas)
SEBANYAK 13 sampel DNA dari keluarga inti korban tenggelam KMP Virgo Transport 8, telah diambil oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Timur di Posko Ante Mortem di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (15/9).
“Kami menerima 43 data ante mortem yang berasal dari keluarga maupun rekan kerja korban, namun baru 13 kita ambil buccal swab untuk sampel pemeriksaan DNA. Sampel tidak diperiksa pada semua yang melaporkan, hanya keluarga inti sebagai data pembanding,” kata Kaor DVI Biddokkes Polda Jatim Dokter Budi Prasetyo di Surabaya, Selasa (15/9).
Menurut Budi, pengambilan sampel tidak dilakukan kepada seluruh pelapor karena DNA hanya dibutuhkan dari kerabat yang memiliki hubungan biologis dengan korban.
Posko Ante Mortem Surabaya terus berkoordinasi dengan Posko Ante Mortem di Banjarmasin. Nantinya seluruh data korban dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, hingga provinsi lain akan diintegrasikan menjadi satu basis data yang diperbarui setiap hari.
“Memang operasi DVI ini satu kesatuan terintegrasi antar-polda. Data yang diambil selalu kita match-kan sehingga nanti menjadi big data yang terkoordinasi setiap hari,” katanya.
Dalam proses identifikasi tersebut, tim DVI menggunakan dua metode, yakni primer dan sekunder. Metode primer meliputi pencocokan sidik jari, data gigi, dan DNA.
“Sidik jari kita kita gali dari rekan-rekan Inafis ya dari Reskrim, itu bisa dari KTP korban ya, ataupun dari ijazah, seperti itu. Kemudian kita tanyakan kalau untuk primer itu ada gigi,” ujarnya.
Sedangkan untuk metode sekunder dilakukan dengan menggali data ciri fisik korban, seperti tanda lahir, bekas operasi, properti yang dikenakan sebelum kejadian seperti pakaian terakhir, gelang, atau jam tangan.
Seluruh data ante mortem tersebut nantinya akan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan pos mortem terhadap jenazah korban.
“Ketika korban ditemukan, kita lakukan pemeriksaan di pos mortem, kemudian kita match-kan dengan data ante mortem yang sudah dikumpulkan dari keluarga,” katanya.(FL/E-4)


















































