Mesin pengering pakaian sedang beroperasi.(Gabe Xu | UAH)
MASALAH kebersihan pakaian para astronot di luar angkasa yang selama ini menjadi kendala mendasar mulai menemukan titik terang. Para ilmuwan berhasil mengembangkan perangkat inovatif berupa "pistol cuci" (laundry gun) berbasis plasma yang dirancang khusus untuk membersihkan pakaian astronot tanpa membutuhkan air.
Selama ini, astronot yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) maupun dalam misi luar angkasa berdurasi panjang tidak memiliki fasilitas untuk mencuci pakaian mereka. Keterbatasan sumber daya air di ruang hampa udara membuat astronot terpaksa mengenakan pakaian yang sama selama berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan, sebelum akhirnya membuang pakaian kotor tersebut ke dalam atmosfer Bumi agar terbakar.
Prosedur pembuangan pakaian kotor ini dianggap sangat tidak efisien, mengingat setiap kilogram muatan yang diluncurkan ke ruang angkasa membutuhkan biaya yang sangat mahal. Hadirnya teknologi pistol plasma ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas permasalahan efisiensi muatan dan sanitasi pakaian astronot.
Cara kerja alat ini terbilang sangat unik dan futuristik. Perangkat portabel tersebut memancarkan tembakan gas terionisasi atau plasma dingin berenergi tinggi ke permukaan serat kain. Semburan plasma ini mampu memecah molekul kotoran, menghilangkan bau tidak sedap, serta membasmi bakteri dan mikroorganisme yang menempel pada pakaian tanpa merusak tekstur bahan kain.
Proses pembersihan menggunakan plasma dingin ini berlangsung sangat cepat dan tidak meninggalkan residu basah. Hal ini membuat pakaian dapat langsung digunakan kembali oleh para astronot segera setelah proses pembersihan selesai.
Inovasi ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi kehidupan harian para astronot di orbit rendah Bumi, tetapi juga memegang peranan krusial bagi masa depan penjelajahan antariksa jarak jauh. Dalam misi jangka panjang menuju Bulan maupun Planet Mars mendatang, kemampuan mendaur ulang dan membersihkan perlengkapan secara mandiri di atas wahana antariksa merupakan syarat mutlak demi kelangsungan hidup dan kenyamanan kru.
Melalui keberhasilan uji coba teknologi pencucian berbasis plasma ini, para peneliti optimistis dapat terus menyempurnakan ukuran dan efisiensi daya alat tersebut agar siap digunakan secara praktis dalam berbagai misi luar angkasa di masa depan. (Space/Z-2)


















































