Ilmuwan Tiongkok Temukan Angin Matahari Melambat di Sisi Dekat Bulan

1 day ago 11
Ilmuwan Tiongkok Temukan Angin Matahari Melambat di Sisi Dekat Bulan ilustrasi(Magnific)

TIM ilmuwan dari Tiongkok mengungkap temuan baru mengenai interaksi antara angin matahari dan permukaan Bulan. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, aliran partikel bermuatan dari Matahari atau angin matahari diketahui mengalami perlambatan ketika melintasi sisi dekat (near side) Bulan. Temuan ini memberikan pemahaman baru mengenai lingkungan plasma di sekitar satelit alami Bumi sekaligus membantu persiapan eksplorasi manusia di masa depan.

Penelitian tersebut dipimpin para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences (CAS) dengan memanfaatkan data yang dikumpulkan misi Chang’e-6. Hasil kajian menunjukkan adanya perubahan karakteristik angin matahari saat berinteraksi dengan medan magnet lokal dan struktur permukaan Bulan. Perlambatan aliran partikel ini diperkirakan dipengaruhi oleh anomali magnetik yang terdapat di beberapa wilayah sisi dekat Bulan.

Angin matahari merupakan aliran partikel bermuatan yang terus dipancarkan Matahari ke seluruh tata surya.

Berbeda dengan Bumi yang memiliki medan magnet kuat untuk melindungi permukaannya, Bulan tidak memiliki magnetosfer global.

Akibatnya, permukaan Bulan langsung terpapar angin matahari sehingga menjadi laboratorium alami untuk mempelajari interaksi antara partikel antariksa dan benda langit.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menemukan bahwa kecepatan angin matahari tidak selalu seragam ketika mencapai Bulan. Di beberapa wilayah sisi dekat, partikel mengalami perlambatan akibat interaksi dengan medan magnet lokal yang terbentuk dari batuan purba di kerak Bulan.

Fenomena tersebut menghasilkan perubahan distribusi energi partikel yang sebelumnya belum pernah diamati secara rinci.

Menurut tim peneliti, temuan ini penting untuk memahami bagaimana partikel bermuatan memengaruhi permukaan Bulan dalam jangka panjang. Paparan angin matahari diketahui berkontribusi terhadap proses space weathering, yaitu perubahan sifat fisik dan kimia material permukaan akibat radiasi serta tumbukan partikel berenergi tinggi. Proses tersebut memengaruhi warna, komposisi, hingga karakteristik debu Bulan yang menjadi perhatian utama dalam misi eksplorasi.

Selain memberikan wawasan baru mengenai evolusi permukaan Bulan, penelitian ini juga memiliki manfaat praktis.

Informasi mengenai perilaku angin matahari dapat membantu perancangan perlindungan bagi astronaut, wahana antariksa, serta peralatan ilmiah yang akan ditempatkan di permukaan Bulan pada misi mendatang. Paparan radiasi antariksa menjadi salah satu tantangan terbesar dalam program eksplorasi jangka panjang, termasuk proyek International Lunar Research Station (ILRS) yang dipimpin Tiongkok bersama sejumlah mitra internasional.

Temuan tersebut turut memperkuat posisi program eksplorasi Bulan Tiongkok yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mencatat berbagai pencapaian, mulai dari pendaratan di sisi jauh Bulan hingga pengembalian sampel batuan melalui misi Chang’e. Data ilmiah yang diperoleh dari rangkaian misi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai sejarah pembentukan Bulan dan lingkungan antariksa di sekitarnya.

Para peneliti menilai masih diperlukan observasi lanjutan untuk mengetahui apakah fenomena perlambatan angin matahari juga terjadi di wilayah lain Bulan atau bahkan pada benda langit tanpa atmosfer lainnya. Dengan semakin banyaknya data yang dikumpulkan dari misi eksplorasi, ilmuwan berharap dapat menyusun model yang lebih akurat mengenai interaksi angin matahari dengan permukaan benda-benda di tata surya. (Chinese Academy of Sciences (CAS)/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |