Ilmuwan mengungkap jaringan jamur mikroskopis bawah tanah sepanjang 11.000 tahun cahaya.(Dok. Magnificifi)
PARA ilmuwan mengungkap keberadaan jaringan kehidupan bawah tanah yang luar biasa luas, mencapai panjang sekitar 110 kuadriliun kilometer atau setara 11.000 tahun cahaya. Jaringan mikroskopis ini dikenal sebagai "internet" bawah tanah yang menghubungkan berbagai ekosistem di seluruh planet.
Berdasarkan laporan BBC Science Focus pada 22 Agustus 2026, jaringan tersebut dibentuk oleh jamur arbuscular mycorrhizal (AM). Organisme ini hidup di dalam tanah dan menjalin hubungan simbiosis dengan akar sebagian besar tanaman melalui benang mikroskopis yang disebut hyphae.
Skala Galaksi di Bawah Tanah
Hal yang paling mengejutkan dari temuan ini adalah skalanya yang masif. Jika seluruh benang jamur AM di dunia disambungkan, panjangnya mencapai hampir sepersepuluh diameter Galaksi Bima Sakti. Jaringan ini tersebar luas di bawah padang rumput, hutan, hingga lahan pertanian global.
Penelitian dari Society for the Protection of Underground Networks (SPUN) menunjukkan bahwa jaringan ini bukan sekadar struktur fisik, melainkan penyimpan karbon yang signifikan. Diperkirakan, jaringan jamur tersebut menyimpan sekitar 300 megaton karbon, atau setara dengan empat hingga enam kali total massa seluruh manusia di Bumi saat ini.
Fungsi Vital bagi Ekosistem
Jaringan hyphae berfungsi sebagai perpanjangan sistem akar tanaman. Jamur ini membantu tanaman menyerap air dan nutrisi dari area tanah yang sulit dijangkau. Sebagai imbalannya, tanaman memberikan karbon hasil fotosintesis kepada jamur, menciptakan hubungan timbal balik yang telah berlangsung selama ratusan juta tahun.
Ancaman Aktivitas Manusia
Meskipun memiliki peran krusial, keberadaan jaringan bawah tanah ini terancam oleh aktivitas pertanian intensif. Pengolahan tanah yang berlebihan dapat memutus benang-benang jamur, sementara penggunaan pupuk kimia berisiko mengurangi ketergantungan alami tanaman terhadap jamur tersebut.
Studi mencatat bahwa lahan pertanian hanya memiliki sekitar setengah dari jumlah jaringan jamur yang ditemukan di lahan liar. Kerusakan pada sistem ini dikhawatirkan dapat mengganggu kemampuan tanah dalam menyimpan karbon dan merusak keseimbangan mikroorganisme yang menjaga kesehatan ekosistem darat. (BBC Science Focus/Z-10)


















































