Indef Dukung Insentif Motor Listrik Dikurangi untuk Kuatkan Fiskal

1 month ago 11
Indef Dukung Insentif Motor Listrik Dikurangi untuk Kuatkan Fiskal : Pekerja memeriksa sepeda motor listrik Alva N3 usai penandatanganan naskah kerja sama penyediaan infrastruktur logistik berbasis sepeda motor listrik antara perusahaan otomotif Alva, Dash, dan Kalista di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27(. ANTARA FOTO/Darryl Ramadan/aww.)

PEMERINTAH berencana mengurangi insentif motor listrik menjadi Rp3 juta. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menilai itu dapat menguatkan kondisi fiskal. Pasalnya pemberian insentif membebani anggaran negara.

"Pemangkasan insentif justru membuat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih terkendali," ujar Rizal di Jakarta, Jumat (21/8).

Ia menilai meskipun  insentif dikurangi, pembelian motor listrik  tetap bisa mendongkrak penjualan motor listrik.

"Besaran ini lebih berfungsi sebagai pemanis daripada faktor utama untuk beralih ke kendaraan listrik," kata dia.

Ia menegaskan hal yang paling penting ialah insentif harus dapat memberikan tambahan penjualan motor listrik. Oleh karena itu, pemerintah diminta menyiapkan skema insentif yang lebih terarah seperti Komponen Dalam Negeri (TKDN), produksi domestik, industri baterai, dan pengguna dengan intensitas mobilitas tinggi.

"Manfaatnya tidak berhenti pada diskon harga, tetapi ikut memperkuat industri nasional," ucap dia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan besaran insentif bagi pembelian motor listrik ditargetkan sebesar Rp3 juta per unit dengan target sebanyak 1 juta unit. Adapun total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3 triliun.

"Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan, ada yang cuma 20.000. Saya pikir paling 100.000 sampai akhir tahun. Jadi, nanti saya pikirkan apa bisa ditambah," ucap Purbaya. (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |