Indonesia Berhasil Lakukan Operasi Janin Terbuka Pertama untuk Kelainan Bawaan

3 weeks ago 32
Indonesia Berhasil Lakukan Operasi Janin Terbuka Pertama untuk Kelainan Bawaan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono.(Antara)

DUNIA kedokteran Indonesia mencatatkan sejarah baru dengan keberhasilan pelaksanaan open fetal surgery atau bedah janin terbuka untuk pertama kalinya di tanah air. Tindakan medis tingkat tinggi ini dilakukan untuk menangani kasus myelomeningocele, salah satu bentuk paling berat dari spina bifida atau kelainan bawaan pada tulang belakang.

Operasi bersejarah ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026, oleh tim multidisiplin RSAB Harapan Kita yang bertindak sebagai National Center for Women and Children’s Health. Dalam pelaksanaannya, tim dokter Indonesia berkolaborasi dengan tim ahli dari Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan kado istimewa bagi dunia kesehatan Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa sumber daya manusia dan teknologi medis di dalam negeri telah mampu melakukan prosedur yang sebelumnya hanya bisa didapatkan di luar negeri.

“Ini adalah operasi pertama di Indonesia, fetal open surgery, artinya operasi janin secara terbuka ketika masih berada di dalam kandungan. Ini merupakan terobosan yang luar biasa dan semuanya dilakukan oleh dokter-dokter Indonesia,” ujar Dante dalam keterangannya pada Kamis (27/8).

Myelomeningocele adalah kondisi serius di mana tulang belakang dan saluran saraf janin tidak menutup dengan sempurna selama masa perkembangan di rahim. Hal ini menyebabkan kantong berisi saraf menonjol keluar di punggung janin.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini membawa risiko komplikasi jangka panjang yang berat, antara lain:

  • Gangguan fungsi saraf dan kelumpuhan anggota gerak bawah.
  • Gangguan fungsi kandung kemih dan usus.
  • Peningkatan risiko hidrosefalus (penumpukan cairan di otak).
  • Infeksi pada sistem saraf pusat.

Prosedur Open Fetal Surgery

Berbeda dengan operasi bayi baru lahir, open fetal surgery dilakukan saat janin masih berada di dalam rahim ibu. Prosedur ini memerlukan ketelitian ekstrem dan koordinasi tim multidisiplin yang solid.

Tahapan Operasi:

  1. Ibu diberikan anestesi umum.
  2. Tim dokter melakukan pembukaan rahim secara terkontrol untuk mengakses janin.
  3. Dokter bedah saraf melakukan perbaikan (repair) pada kelainan myelomeningocele langsung pada tubuh janin.
  4. Setelah perbaikan selesai, janin dikembalikan ke posisi semula.
  5. Rahim ditutup kembali dengan teknik khusus untuk menjaga kehamilan tetap berlanjut hingga waktu persalinan yang aman.

Ketua Tim Bedah Saraf RSAB Harapan Kita, Alfi Aulia Rahmah, menjelaskan bahwa aspek paling krusial dalam tindakan intrauterin ini adalah menjaga stabilitas janin. "Apabila janin tidak stabil, operasi harus dihentikan. Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi dokter bedah saraf, fetomaternal, obstetri, anestesi, hingga perawat," jelasnya.

Keberhasilan penanganan myelomeningocele sangat bergantung pada deteksi dini melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) fetomaternal. Ketua Tim Obstetri dan Ginekologi RSAB Harapan Kita, dr. Gatot Abdurrazak, mengungkapkan bahwa pasien dalam kasus pertama ini dirujuk pada usia kehamilan 18 minggu.

Terdapat jendela waktu (window period) yang ketat untuk melakukan repair janin, yakni maksimal hingga usia kehamilan 26 minggu. Melakukan operasi sebelum bayi lahir diharapkan dapat mengurangi kerusakan saraf lebih lanjut akibat paparan cairan ketuban dan menurunkan risiko hidrosefalus secara signifikan.

Kesiapan Layanan Terapi Janin Nasional

RSAB Harapan Kita telah membangun kompetensi terapi janin selama lebih dari dua dekade. Berikut adalah rekam jejak pengembangan layanan fetal treatment di rumah sakit tersebut:

Tahun Jenis Layanan / Pencapaian
2005 Mulai melakukan transfusi intrauterin.
2011 Pengembangan tindakan fetoskopik.
Hingga 2026 Menangani sekitar 200 kasus fetoskopik laser untuk Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS).
Layanan Lain Vesicoamniotic shunting dan thoracoamniotic shunting.

Kemandirian dan Pengampuan Nasional

Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, menegaskan target ke depan adalah kemandirian penuh. Setelah kolaborasi dengan tim Australia, RSAB Harapan Kita diproyeksikan mampu melakukan open fetal surgery secara mandiri dan menularkan kemampuan tersebut ke rumah sakit lain di Indonesia melalui program pengampuan.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menambahkan bahwa transformasi manajemen rumah sakit pemerintah memungkinkan surplus pendapatan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan dan pengembangan layanan berteknologi tinggi. Strategi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan ibu dan anak yang canggih tanpa harus ke luar negeri. (Iam/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |