Ilustrasi(Dok Istimewa)
KEBERHASILAN kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi kendaraan tetapi juga oleh keterhubungan mutu, keselamatan, energi, pembiayaan, pemeliharaan, suku cadang, dan layanan kepada pengguna.
Demikian pernyataan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan di Jakarta Jumat (14/8). "Indonesia memiliki kapabilitas manufaktur, teknologi, energi, pembiayaan, dan pasar yang terus berkembang. Tantangannya adalah memastikan semua kapabilitas bekerja sebagai satu ekosistem dengan pembagian peran, standar, tatakelola, dan target pembuktian yang jelas," kata Joga.
Joga mengemukakan pengembangan Molinas tidak bertumpu pada satu produk atau produsen tertentu. Molinas menghubungkan kapabilitas teknologi, manufaktur, komponen, baterai, pembiayaan, infrastruktur energi, distribusi, layanan purnajual, dan kebutuhan pengguna dalam satu ekosistem yang dikembangkan secara bertahap.
Alva dan Gesits menjadi mitra strategis pada tahap awal sebagai bagian dari strategi percepatan pengembangan produk dan ekosistem. Keterlibatan keduanya bukan merupakan komposisi final. Molinas tetap membuka kolaborasi dengan produsen dan pelaku industri lain yang memenuhi persyaratan teknis, mutu, keselamatan, kesiapan industri, dan tatakelola sesuai kerangka program.
Menurut Joga, Len menjalankan fungsi integrasi teknis dalam pengembangan Molinas, platform kolaborasi terbuka bagi produsen dan pelaku ekosistem motor listrik. Dalam kerangka kerja antarpihak, Len menjalankan fungsi sebagai lead integrator pada aspek teknis.
"Dalam pembagian peran antarpihak, pemerintah memberikan arah kebijakan, Danantara mengorkestrasikan kolaborasi ekosistem, sedangkan Len mengoordinasikan integrasi teknis, standardisasi, dan penyelarasan data kesiapan antarmitra," ujar Joga.
Pengembangan Molinas juga tidak meniadakan kemitraan industri yang telah dibangun Len sebelumnya. Pengalaman Len mengembangkan Sprint bersama berbagai mitra industri menjadi pembelajaran dan penguatan kapabilitas Len di bidang kendaraan listrik.
Dukungan Himbara
Sebelumnya CEO Danantara Rosan Perkasa menyampaikan perbankan dan institusi finansial di bawah Danantara akan mendukung Molinas dengan memberikan pendanaan dengan bunga lebih rendah.
"Danantara berencana mengurangi atau meniadakan pembayaran awal atau down payment 10%. Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat. Kita mempunyai kemampuan mengakselerasi produksi dari motor listrik nasional," ungkap Rosan.
Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM menilai potensi pasar motor listrik di Indonesia mencapai US$170 miliar atau sekitar Rp3.036 triliun (kurs 17.800).
Berdasarkan potensi tersebut, lanjut Rosan, terdapat 10 perusahaan nasional memenuhi kriteria pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang ditetapkan Kementerian Perindustrian. "Tidak hanya menjadi champion di Indonesia tetapi juga di regional bahkan harus menjadi champion di dunia," tandas Rosan.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Molinas beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (Alva), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Presiden memuji keberanian pelaku usaha swasta untuk mengambil risiko memproduksi motor listrik di tengah gempuran motor listrik dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Menurut Prabowo, keberanian pengusaha memproduksi motor listrik merupakan bagian dari kepentingan nasional khususnya untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. (Ant/H-2)















































